PSEL Semarang Raya Dipercepat, Pemerintah Targetkan Sampah Terkelola 1.100 Ton per Hari

republika.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah mendorong percepatan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Semarang Raya untuk menekan persoalan sampah skala besar. Proyek ini ditargetkan mampu mengolah hingga 1.100 ton sampah per hari dari total produksi kawasan yang mencapai 1.627 ton.

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, teknologi berbasis energi menjadi solusi untuk pengelolaan sampah dalam skala besar. “Meskipun banyak teknologi dan metode pengelolaan sampah tersedia, skala besar membutuhkan teknologi tinggi. PSEL menjadi solusi strategis karena mampu mengubah sampah menjadi energi listrik,” kata Hanif, dalam keterangan tertulis, Ahad (29/3/2026).

Baca Juga
  • PSEL Jadi Solusi Darurat Sampah, Pemerintah Bangun Dua Fasilitas di Banten
  • Truk Pengangkut Sampah ke TPA Sarimukti Terguling di Bandung Barat, Ini Penyebabnya
  • Perkuat Tata Kelola Sampah, Bapemperda Jabar Sambangi Bandung Barat

Hanif mengatakan pembangunan PSEL dilakukan dengan pendekatan kolaboratif antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pihak swasta untuk memastikan operasional berjalan optimal dan berkelanjutan. Selama masa pembangunan, pemerintah daerah diminta memperkuat upaya reduksi sampah dengan teknologi yang tersedia.

Proyek PSEL Semarang Raya mengusung konsep aglomerasi regional yang mencakup Kota Semarang dan Kabupaten Kendal. Skema ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah sekaligus memperluas cakupan layanan berbasis teknologi ramah lingkungan.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan pemerintah daerah menargetkan pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi hingga mencapai kondisi zero waste pada 2029. “Pada 2029 nanti, kita menargetkan zero sampah. Kami berkomitmen melakukan reduksi agar sampah di Jawa Tengah bisa terkelola dengan baik,” kata Luthfi.

Pemerintah daerah juga memastikan kesiapan dukungan terhadap proyek tersebut, termasuk penguatan sistem pengelolaan sampah dan sosialisasi pemilahan sampah kepada masyarakat. Langkah ini menjadi bagian penting untuk mendukung operasional PSEL saat mulai berjalan.

 

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perang di Iran Ancam Ekonomi India, Defisit Berpotensi Melebar
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Bahrain Kehabisan Stok Minyak Pasca Rudal Iran Hancurkan Kilang Minyak Bapco
• 9 jam laludisway.id
thumb
Juwono Sudarsono Wafat, Ibas: Indonesia Kehilangan Guru Bangsa yang Bersahaja
• 4 jam lalujpnn.com
thumb
Begal Nyamar Jadi Penumpang Ojol di Bogor, Sempat Diamuk Massa
• 6 jam laludetik.com
thumb
Medsos Dituding Picu Gangguan Mental, Psikolog Buka Suara
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.