Shayne Pattynama menyoroti tindak perundungan di media sosial kepada sejumlah pemain Timnas Indonesia. Ia minta hal itu segera dihentikan, karena bisa merusak kestabilan mental para pemain skuad 'Garuda'.
Menjadi pemain Timnas Indonesia memang bisa mendapat pujian tapi juga di sisi lain berisiko mendapat perundungan via media sosial. Tak terkecuali pada momen Saint Kitts & Nevis yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno, Jumat (27/3).
Beckham Putra dan Mauro Zijlstra adalah contoh pemain yang kena bully di media sosial, lantaran hanya karena rivalitas antara Persija dan Persib. Padahal, keduanya mencetak gol di laga itu.
Lalu, Ramadhan Sananta juga banyak terima hujatan di media sosial. Striker DPMM FC itu di-bully sebab dinilai kurang tajam pada laga tersebut.
Shayne Pattynama mengecam keras tindakan tersebut. Ia minta tindakan bully kepada para pemain Timnas di media sosial segera dihentikan. Pattynama tak melarang fan untuk mengkritik pemain Timnas, asalkan hal itu masih dalam tujuan positif.
"Seperti yang selalu dan semua orang katakan, hentikan bully. Kami selalu melakukan kampanye itu sebelum match di liga. Saya hanya ingin bilang, mari kita tetap dukung Timnas, tetap berada di belakang tim. Tentu saja, kalian boleh mengkritik tapi tetaplah untuk tetap hormat dan selalu mencoba untuk menyemangati, jangan menyerang pemain jika dia melakukan kesalahan," tegasnya saat diwawancarai pewarta di Jakarta, Sabtu (29/3).
"Kalian bisa mengkritik, tapi harus dengan cara yang positif. Bukan justru malah seperti menyerang. Jadi, kita harus tetap berdiri di belakang tim, karena dengan begitu Timnas akan semakin cepat untuk berkembang," tambahnya.
Sebelumnya, Timnas Indonesia berhasil menghajar telak 4-0 saat melawan Saint Kitts and Nevis dalam laga perdana FIFA Series lalu. Selanjutnya, skuad 'Garuda' akan menghadapi Bulgaria dalam final FIFA Series di Stadion Gelora Bung Karno, Senin (30/3) pukul 20:00 WIB.





