Pengerahan Pasukan Darat AS ke Iran Dinilai Berisiko Gerus Dukungan Politik Trump

wartaekonomi.co.id
6 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menguatnya rumor mengenai rencana pengerahan pasukan darat Amerika Serikat (AS) ke Iran banyak pihak memperingatkan bahwa langkah militer tersebut dapat menjadi bumerang politik bagi Presiden AS Donald Trump.

Keputusan ini dinilai berpotensi mengikis dukungan dari basis pemilih setianya menjelang pemilihan umum (pemilu) sela (midterm) mendatang.

Berdasarkan laporan CBS News Pentagon diproyeksikan akan mengirim elemen dari Divisi Lintas Udara ke-82 ke Timur Tengah. Pengerahan ini dilakukan seiring dengan eskalasi konflik antara AS dan Iran yang kini telah memasuki pekan keempat.

Laporan tersebut merinci bahwa pengerahan ini kemungkinan akan mencakup elemen komando beserta pasukan darat tempur. Total personel yang akan diberangkatkan diprediksi berada di bawah angka 1.500 orang.

Rencana invasi darat ini berisiko memicu gelombang ketidakpuasan, khususnya di kalangan basis pendukung inti Trump yang bernaung di bawah gerakan MAGA (Make America Great Again).

Kelompok pemilih ini secara historis menentang keras keterlibatan AS dalam perang asing yang mereka anggap tidak relevan dengan upaya peningkatan taraf hidup rakyat Amerika.

"Pengerahan pasukan darat akan menjadi eskalasi besar bagi AS. Hal ini akan menempatkan pasukan kita dalam bahaya yang cukup besar dan dapat mengakibatkan cedera atau bahkan korban jiwa," jelas Darrell West, Peneliti Senior di Brookings Institution, seperti dikutip dari Xinhua.

West menekankan bahwa jatuhnya korban jiwa akan menjadi masalah politik yang sangat besar bagi Trump. Terlebih, Trump selalu menggaungkan janji kampanye untuk mengakhiri perang di luar negeri dan mengurangi campur tangan militer Amerika di panggung global.

Para ahli juga menyoroti tingginya bahaya dari operasi militer darat di wilayah Iran. Mengingat banyaknya keluarga militer yang merupakan bagian dari basis pendukung MAGA, kebijakan ini diprediksi akan memicu resistensi dari warga yang enggan bertaruh nyawa kerabat mereka dalam perang luar negeri.

Di sisi lain, konflik militer ini dinilai dapat menjadi distraksi masif, para pendukung Trump saat ini tengah menantikan realisasi dari berbagai kebijakan domestik yang telah lama dijanjikan, yang pelaksanaannya bisa tertunda akibat fokus negara yang tersedot ke Timur Tengah.

Situasi politik ini dinilai sangat menantang bagi Partai Republik karena secara historis, partai yang menempati Gedung Putih cenderung kehilangan kursi di Kongres saat pemilu sela.

Para pengamat memperingatkan, langkah pemerintahan Trump yang tidak konsisten terkait keterlibatan perang ini bisa semakin merugikan posisi mereka dalam pemilu Kongres yang akan digelar November mendatang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Veda Ega Pratama Kian Pede, Ambisi Naik Podium Moto3 Amerika
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Ratusan Anak Tewas, China Kecam Serangan Amerika Serikat ke Iran
• 14 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
‎Pelatih Bulgaria Beberkan Sejumlah Masalah Besar Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026 ‎
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Pemkab Bengkayang matangkan persiapan MBG di wilayah terpencil 
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Hindari Gunakan Earphone saat Ridur, Ini Bahayanya
• 1 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.