Tumpukan Sampah 6 Meter di Pasar Kramat Jati Capai 6.970 Ton, Terkendala Armada

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Perumda Pasar Jaya buka suara terkait penumpukan sampah setinggi sekitar 6 meter di tempat penampungan sementara (TPS) di kawasan Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.

Total volume sampah yang menggunung disebut mencapai 6.970 ton atau setara sekitar 410 truk tronton.

Manager Humas Perumda Pasar Jaya, Topik Hidayatulloh, menjelaskan penumpukan terjadi akibat kendala teknis dalam penyediaan armada pengangkutan sejak Senin (9/3) lalu.

“Kami terus berkoordinasi intensif dengan instansi terkait untuk memastikan seluruh tumpukan sampah dapat segera terangkut sepenuhnya,” ujar Topik dalam keterangannya, Minggu (29/3).

Ia memastikan, pihaknya kini tengah mempercepat proses pengangkutan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta.

Dalam dua hari terakhir, upaya penanganan disebut menunjukkan progres. Sebanyak 33 truk tronton telah dikerahkan, terdiri dari 20 armada pada Jumat (27/3) dan 13 armada pada Sabtu (28/3).

Selain pengangkutan, Pasar Jaya juga melakukan penertiban dan penyaringan (screening) untuk menjaga alur pembuangan sampah tetap terkendali dan mencegah penumpukan kembali.

Pasar Jaya pun menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat kondisi tersebut. Ke depan, Pasar Jaya menyiapkan langkah jangka pendek dan panjang untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah.

Dalam waktu dekat, Pasar Jaya tengah memproses pengadaan lima unit truk sampah mandiri berkapasitas 16 meter kubik per unit yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir April 2026.

Selain itu, kerja sama dengan pihak ketiga juga akan dioptimalkan guna mempercepat distribusi dan pengangkutan sampah.

Untuk solusi jangka panjang, Pasar Jaya berencana menerapkan teknologi pengolahan sampah berkelanjutan, termasuk uji coba thermal hydrolysis dan sistem MASARO (Manajemen Sampah Zero) agar pengolahan dapat dilakukan langsung dari sumbernya.

"Langkah-langkah ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan yang ada, tetapi juga membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih baik," kata Topik.

Sebelumnya, tumpukan sampah itu menuai keluhan dari pedagang dan juga warga. Sampah yang menggunung tepat di depan lapak pedagang sayur itu menimbulkan bau menyengat yang mengganggu aktivitas jual beli di pasar.

Sugiat (55), salah satu warga sekitar yang juga bekerja sebagai tukang parkir, mengaku terganggu dengan bau busuk yang ditimbulkan dari tumpukan sampah tersebut. Bahkan, bau disebut dapat tercium hingga ratusan meter dari lokasi.

"Ya dampaknya ya mengganggu warga inilah, jelas baunya itu yang ini. Kalau yang punya penyakit bengek (asma) mah langsung ini, sesak napas gitu," katanya saat ditemui di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (29/3).

"Ya sampai, sampai permukiman belakang sampai (baunya). Ya kira-kira lah 100-an meter lah," lanjutnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sekjen Kemenkeu Baru Diminta Perkuat Stabilitas Fiskal dan Tata Kelola Internal
• 3 jam lalurepublika.co.id
thumb
Didominasi Wisman Asia, Kunjungan ke Manado Terus Meningkat
• 8 jam lalutvrinews.com
thumb
Keajaiban di Balik Kata yang tidak Kamu Ucapkan
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kondisi Puncak Arus Balik di Pelabuhan Bakauheni, Ramai Kendaraan Tanpa Kepadatan
• 22 jam laluokezone.com
thumb
Geger Mayat Dalam Freezer di Bekasi, 2 Terduga Pelaku Diringkus Jatanras PMJ
• 1 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.