Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) berencana menyampaikan laporan keuangan yang diaudit atau ditelaah secara terbatas oleh akuntan publik untuk periode kuartal I/2026.
Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista menyampaikan bahwa langkah tersebut dilakukan seiring adanya rencana aksi korporasi perseroan.
Kendati begitu, bank berlogo pita emas itu tidak merinci lebih lanjut mengenai aksi korporasi yang dimaksud.
“Bersama ini kami sampaikan bahwa akan dilakukan limited review atas laporan keuangan konsolidasian PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. untuk periode 31 Maret 2026 sehubungan dengan terdapatnya rencana aksi korporasi Perseroan,” tulis Adhika Vista dalam surat yang ditujukan kepada BEI, dikutip pada Minggu (29/3/2026).
Sejalan dengan rencana tersebut, Adhika menyebut bahwa laporan keuangan konsolidasian BMRI periode kuartal I/2026 yang akan diaudit oleh akuntan publik akan disampaikan perseroan paling lambat dua bulan setelah tanggal laporan keuangan periode 31 Maret 2026.
“...laporan keuangan konsolidasian perseroan periode 31 Maret 2026 yang akan diaudit oleh akuntan publik akan kami sampaikan kepada BEI dan kami publikasikan kepada publik paling lambat dua bulan setelah tanggal laporan keuangan konsolidasian,” jelas Adhika.
Baca Juga
- Rupiah Dibuka Melemah, Cek Kurs di Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BCA Hari Ini
- Bank Mandiri Raih Empat Penghargaan Dealer Utama SBSN Terbaik 2025
- Jadwal Bank Mandiri dan BCA Buka Lagi, Usai Libur Lebaran 2026
Adapun sepanjang 2025, perseroan membukukan laba yang diatribusikan kepada pemilik senilai Rp56,3 triliun secara konsolidasi. Angka ini naik 0,93% secara tahunan (year on year/YoY) dibanding periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp55,78 triliun.
Hingga akhir 2025, BMRI membukukan kredit senilai Rp1.895 triliun atau naik 13,4% YoY. Pada sisi himpunan dana pihak ketiga (DPK) tercatat senilai Rp2.106 triliun atau naik 23,9% YoY dengan pertumbuhan dana murah sebesar 12,6% YoY senilai Rp1.431 triliun.
Realisasi kredit tersebut ditopang oleh pertumbuhan yang merata di seluruh segmen bisnis. Kredit UMKM Bank Mandiri tumbuh 4,88% YoY sepanjang 2025, di saat pertumbuhan secara industri melambat.
Dari sisi rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) tercatat sebesar 0,96% secara bank only dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) sebesar 20,4%. Aset perseroan ikut tumbuh sebesar 16,6% YoY dari Rp2.427,22 triliun menjadi Rp2.829,95 triliun.
Angka margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) tercatat sebesar 4,89%. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan realisasi akhir 2024 yang sebesar 5,15%.





