MBG Dinilai Menghadirkan Pekerjaan dengan Pendapatan Layak

jpnn.com
3 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Makan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya bermanfaat bagi siswa sekolah, tetapi juga memberikan pekerjaan yang layak bagi masyarakat. 

Adha Sidik Hidayat, juru masak di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banjarwangunan 1 Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon mengakui program tersebut mampu menyerap tenaga kerja dengan pendapatan layak. 

BACA JUGA: MBG Disalurkan Lima Hari Sekolah

"Jadi dilihat dari sukarelawan sendiri yang asalnya menganggur sudah pasti mendapat pekerjaan yang layak. Ada beberapa orang tua tunggal dan sangat terbantu untuk menafkahi anaknya," ungkap Adha dalam keterangannya yang diterima oleh media pada Minggu (29/3).

Sebagai sukarelawan SPPG, dia sendiri mengaku menerima pendapatan diatas UMR Kabupaten Cirebon setiap bulannya.

BACA JUGA: Menkeu Purbaya Setujui Efisiensi Anggaran MBG Tanpa Mengurangi Kualitas Makanan

"Patokan dari BGN untuk sukarelawan itu Rp 100-200 ribu/hari. Untuk chef rata-rata Rp 200 ribu per hari. Tinggal dikalikan jumlah hari kerja. Ini cukup layak karena UMK di Cirebon hampir Rp 3 juta, jadi sudah melebihi UMK Cirebon," jelas Chef yang sudah bekerja sejak Juni 2025 ini. 

Sebagaimana diketahui, setiap SPPG memiliki 47 relawan, terdiri dari divisi persiapan, divisi masak, divisi pemorsian, cuci ompreng, driver, OB dan security. Lalu ditambah 3 orang dari SPPG, yaitu Kepala SPPG, Ahli Gizi dan Akuntan. 

Menurut Adha, keseluruhan pekerja itu berasal dari warga lokal. Hal itu karena BGN mewajibkan rekrutmen pekerja harus dari warga sekitar.

"Memang diwajibkan oleh BGN bahwa yang bekerja di SPPG tersebut wajib warlok (warga lokal)," jelasnya.

Menurutnya, program MBG ini manfaatnya luas sekali, mulai dari penerima manfaat khususnya siswa yang kurang mampu. Kemudian juga menghidupkan UMKM di sekitar SPPG. 

"UMKM di sekitar juga tumbuh berkembang. Jangankan supplier yang berhubungan langsung dengan pengadaan bahan baku di dapur, warung sekitar pun juga berkembang karena relawan itu setiap hari membeli kopi, makanan atau sebagainya di sekitarnya," papar Adha.(mcr10/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kinerja DVLA Menguat di 2025, Laba Bersih Capai Rp163,95 Miliar
• 59 menit laluidxchannel.com
thumb
Maarten Paes Sabet Gelar Kiper Terbaik PSSI Awards 2026
• 21 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Geger Pria di Mimika Papua Tewas dengan 19 Anak Panah, Pelaku Diburu
• 2 jam laludetik.com
thumb
Kampus Ini Buka Jurusan Kematian, Ternyata Ini yang Dipelajari
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Citadines Antasari Jakarta Padukan Kampanye Earth Hour dengan Budaya Kopi
• 7 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.