PHM Luncurkan Anjungan Proyek Gas Manpatu, Onstream Ditargetkan Kuartal I/2027

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, SAMARINDA — PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menandai percepatan pengembangan produksi gas nasional setelah berhasil melaksanakan load out struktur jacket seberat 1.380 ton untuk Proyek Pengembangan Manpatu di halaman fabrikasi PT Meindo Elang Indah, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.

Pemindahan konstruksi tersebut menjadi tahapan penting menuju target onstream produksi gas berkapasitas 80 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) pada kuartal I/2027.

General Manager PHM Setyo Sapto Edi mengatakan proyek ini merupakan pengembangan dari temuan sumur eksplorasi Manpatu-1x yang berlokasi sekitar 35 kilometer dari pesisir Balikpapan, pada kedalaman perairan 50–60 meter di wilayah operasi South Mahakam.

Meski demikian, ia mengakui tahapan load out belum sepenuhnya menjamin kelancaran keseluruhan proyek. Proyek masih menghadapi pekerjaan subsea dengan tingkat kompleksitas dan risiko tinggi, termasuk instalasi pipa bawah laut berdiameter 14 inci sepanjang 2,5 kilometer serta pengeboran 11 sumur pengembangan.

"Kami secara konsisten mendorong inovasi serta penerapan teknologi yang mengacu pada praktik terbaik di industri hulu migas, baik di tingkat nasional maupun global, yang diimplementasikan secara terpadu di seluruh aspek operasional dan bisnis perusahaan," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (28/3/2026). 

Ia menjelaskan proyek fast track tersebut dimulai sejak penemuan gas di sumur Manpatu-1x pada kuartal I/2022 dengan jadwal pelaksanaan yang ketat untuk menjaga efisiensi. Tahapan load out jacket merupakan kelanjutan dari proses first cut of steel yang dilaksanakan pada Mei 2025. Selanjutnya, proyek akan memasuki tahap sail away jacket.

Baca Juga

  • Rusia Berencana Melarang Ekspor Bensin Mulai 1 April
  • Perang Iran Buat Harga Tiket Pesawat Melonjak Tinggi di Asia dan Eropa
  • B50 hingga WFH, Menko Airlangga Ungkap Rencana Pemerintah Atasi Dampak Perang Iran Vs AS

Selain itu, pemindahan struktur topside dengan berat 1.100 ton dijadwalkan berlangsung pada pertengahan April 2026, sebelum seluruh platform diinstalasi di lokasi proyek pada awal kuartal III/2026.

Dari sisi penggunaan komponen lokal, proyek ini mencatat peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) melalui pemanfaatan pipa penyalur lokal dengan metode Electric Resistance Welding (ERW) yang digunakan pada sistem perpipaan subsea, riser, hingga pipe bend. Penerapan tersebut menjadi yang pertama kali dilakukan di wilayah kerja Mahakam.

Setyo menambahkan, pengembangan proyek Manpatu juga menjadi bagian dari strategi pengelolaan sumur-sumur yang telah memasuki fase penuaan, dengan mengandalkan inovasi dan efisiensi untuk menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional.

Hingga Maret 2026, proyek tersebut telah mencatatkan lebih dari dua juta jam kerja tanpa insiden kehilangan waktu kerja (Lost Time Incident/LTI). Total jam kerja diproyeksikan melampaui tiga juta jam saat proyek selesai.

Sebagai informasi, PT Pertamina Hulu Mahakam merupakan anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia di Zona 8 yang mengelola operasi hulu minyak dan gas bumi di Wilayah Kerja Mahakam, Kalimantan Timur.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Waspada! 5 Weton Ini Diprediksi Perlu Ekstra Hati-Hati pada 29 Maret 2026 karena Apes Mengintai!
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Final FIFA Series 2026: Pelatih Bulgaria Ajak Suporter Timnas Indonesia Berbondong-bondong Datang ke SUGBK
• 1 jam lalubola.com
thumb
John Herdman Pastikan Timnas Indonesia Siap Hadapi Bulgaria di Final FIFA Series 2026
• 42 menit lalutvrinews.com
thumb
Media Massa vs Media Sosial di Era Clickbait dan Viral
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Gubernur Sulsel Apresiasi Peran Strategis Muhammadiyah dalam Pengembangan SDM
• 9 jam laluterkini.id
Berhasil disimpan.