Khofifah dan Tujuh Daerah Teken Kerja Sama Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik

suarasurabaya.net
3 jam lalu
Cover Berita

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur bersama tujuh bupati/wali kota kawasan Surabaya Raya dan Malang Raya menandatangani perjanjian kerja sama Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Penandatanganan tersebut disaksikan langsung oleh Hanif Faisol Nurofiq Menteri Lingkungan Hidup di Gedung Negara Grahadi.

Khofifah mengatakan, kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam mengatasi persoalan sampah perkotaan sekaligus mendorong pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) berbasis teknologi ramah lingkungan.

“Ini bukan sekadar pengelolaan sampah, tetapi bagian dari solusi besar kita untuk menghadirkan energi baru terbarukan dari sektor limbah,” ujar Khofifah dalam keterangannya, Minggu (29/3/2026).

Gubernur Jatim itu menjelaskan, kerja sama lintas daerah ini merupakan kunci untuk mengimplementasikan PSEL. Hal ini juga sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 105 Tahun 2025 yang mensyaratkan minimal 1.000 ton sampah per hari sebagai bahan baku operasional.

“Sinergi antar daerah menjadi kunci untuk menjawab keterbatasan sekaligus memperkuat kapasitas bersama,” ujarnya.

Sementara itu dari segi kapasitas sampah, kawasan Surabaya Raya tercatat menghasilkan 1.100 ton sampah perhari. Di wilayah tersebut lokasi pembangunan PSEL rencananya ditempatkan di Kelurahan Sumberejo, Kecamatan Pakal, Kota Surabaya.

Sementara itu, untuk kawasan Malang Raya, total pasokan sampah mencapai sekitar 1.138,9 ton per hari. Lokasi pembangunan PSEL direncanakan berada di Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Khofifah menegaskan, Pemprov Jawa Timur akan terus memastikan pelaksanaan kerja sama berjalan optimal, mulai dari koordinasi, monitoring dan evaluasi, hingga fasilitasi penyelesaian kendala lintas daerah.

“Pemprov akan memastikan seluruh proses berjalan akuntabel, transparan, dan sesuai regulasi, termasuk menyampaikan laporan secara berjenjang kepada pemerintah pusat,” jelasnya.

Sementara itu, Hanif Faisol Nurofiq Menteri Lingkungan Hidup menegaskan capaian Jawa Timur dalam pengelolaan sampah menjadi yang tertinggi secara nasional sebesar 52,7 persen. Angka itu melampaui rata-rata nasional yang masih berada di kisaran 24,95 persen.

“Ini tertinggi di Indonesia dibandingkan seluruh provinsi, bahkan nasional yang baru 24,95 persen. Artinya yang dilakukan Jawa Timur ini melampaui capaian nasional,” tuturnya. (wld/saf/ham)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Arus Balik Lebaran, 33 Ribu Kendaraan Melintas di Tol Cipali Arah Jakarta selama 11 Jam
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
BRI Super League: Sanksi Tambahan Komdis PSSI Bikin PSIM Rugi, Fahreza Sudin Menepi Lebih Lama
• 20 jam lalubola.com
thumb
Demo Besar Protes Trump di AS: dari New York hingga Washington
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Senangnya Emak-Emak Ada Gerakan Sembako Murah di Monas, Harap Bisa Sering Digelar
• 23 jam laluokezone.com
thumb
Rizky Ridho Bangga Dapat Penghargaan Gol Terbaik di PSSI Awards 2026: Termotivasi Semakin Membara
• 5 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.