tvOnenews.com - Sebuah momen tak terduga dialami Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat mencoba membantu korban kecelakaan yang tertabrak truk.
Niat baiknya justru sempat disalahartikan hingga ia dimaki karena dikira penipu.
Namun, respons yang diberikan Dedi justru menuai simpati publik.
Peristiwa itu bermula ketika Dedi Mulyadi ingin menghubungi keluarga korban kecelakaan yang terjadi di sebuah warung.
Korban diketahui merupakan seorang perempuan asal Kuningan yang meninggal dunia setelah tertabrak truk.
- YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Disangka Penipu Saat Menelepon
Dalam percakapan awal melalui sambungan telepon, Dedi sempat mengerjai lawan bicaranya dengan mengaku sebagai “Haji Dedi” yang merupakan seorang agen.
Namun, suami korban justru curiga dan mengira ia adalah penipu yang mengaku-ngaku.
“Anda mau nipu saya? Jangan ngaku-ngaku Haji Dedi!” ucap pria tersebut dengan nada emosi.
Bahkan, kata-kata kasar sempat terlontar karena ia merasa sedang menjadi target penipuan. Situasi itu membuat komunikasi sempat memanas.
Namun, Dedi tidak terpancing emosi. Ia tetap tenang dan justru tersenyum melihat reaksi lawan bicaranya itu.
- YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Terungkap Lewat Video Call, Langsung Minta Maaf
Kesalahpahaman itu akhirnya terpecahkan setelah dilakukan panggilan video.
Saat melihat langsung wajah Dedi Mulyadi, pria tersebut langsung terkejut dan menyadari kesalahannya.
“Astagfirullahalazim… ini mah Pak Haji Dedi Gubernur. Mohon maaf, saya kira penipu,” ucapnya dengan nada menyesal.
Menanggapi hal itu, Dedi justru santai dan tidak mempermasalahkan ucapan kasar sebelumnya.
“Tidak apa-apa, Bapak marahnya ke penipu, bukan ke saya,” kata Dedi sambil tertawa.
- tangkapan layar YouTube KANG DEDI MULYADI CHANEL
Gali Informasi dan Beri Bantuan
Setelah suasana mencair, Dedi mulai menggali informasi terkait kejadian tersebut.
Diketahui, korban meninggal adalah istri dari pria tersebut, yang sehari-hari berjualan di warung kecil.
Warung itu bahkan menjadi satu-satunya sumber penghasilan keluarga.
Kini, setelah kejadian tragis tersebut, sang suami harus menanggung beban berat, mulai dari kehilangan pasangan hingga kesulitan ekonomi.




