Bisnis.com, JAKARTA — PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni mencatat arus balik Lebaran 2026 melalui kapal laut terus berlangsung dengan realisasi penumpang tertinggi sementara pada 28 Maret 2026 atau H+7 Lebaran.
Direktur Utama Pelni Tri Andayani menyampaikan, selama periode 23 hingga 29 Maret 2026, Pelni mencatat telah melayani total 153.433 penumpang, dengan realisasi penumpang tertinggi terjadi pada tanggal 28 Maret 2026 yaitu 25.635 orang.
Anda, sapaannya, memastikan bahwa arus balik Angkutan Lebaran 2026 kapal Pelni berjalan dengan lancar dan tertib. Sementara penjualan tiket terus meningkat dan hampir mencapai proyeksi sebanyak 641.025 pax.
“Untuk keseluruhan periode Angkutan Lebaran yaitu tanggal 6 Maret – 6 April 2026, tiket yang telah terjual sebanyak 585.744 pax atau mencapai 91,4%,” tuturnya dalam siaran pers, Minggu (29/3/2026).
Pihaknya sendiri memprediksikan puncak arus balik pada moda transportasi kapal laut baru akan terjadi pada 2 April mendatang.
“PELNI siap melayani lonjakan penumpang hingga akhir periode pada 6 April 2026. Jika ada penumpang yang membutuhkan bantuan selama pelayaran, kru kapal kami siap melayani sepenuh hati,” tambah Anda.
Baca Juga
- PHM Luncurkan Anjungan Proyek Gas Manpatu, Onstream Ditargetkan Kuartal I/2027
- Pertamina Ajak Masyarakat Bijak Pakai Energi di Tengah Dinamika Geopolitik
- Rusia Berencana Melarang Ekspor Bensin Mulai 1 April
Anda juga menegaskan, meskipun mengalami peningkatan penumpang selama periode Angkutan Lebaran, Pelni tetap mengutamakan keamanan dan kenyamanan penumpang dengan menerapkan safety first, zero accident dan service excellent.
Melalui kesiapan yang maksimal, PELNI berkomitmen untuk menjaga kualitas layanan transportasi laut nasional yang aman, nyaman dan andal selama periode Angkutan Lebaran 1447 H, baik pada periode arus mudik maupun arus balik.
Secara umum, Pelni menyediakan 55 kapal—terdiri atas 25 kapal penumpang dan 30 kapal perintis—dengan total kapasitas 56.069 tempat duduk. Adapun total ketersediaan tiket selama masa Angkutan Lebaran 2026 mencapai 751.550 tiket.
Anda menyampaikan Pelni telah menyiapkan langkah strategis selain kesiapan armada, seperti penyesuaian rute dan jadwal melalui rerouting terhadap 21 kapal penumpang PSO untuk mengakomodasi lonjakan penumpang pada ruas tertentu, misalnya Medan—Batam.
Pasalnya, dengan lonjakan penumpang pada masa Lebaran, ketersediaan kapal Pelni terbilang terbatas. Terlebih, KM Umsini masih dalam perbaikan usai mengalami insiden kebakaran di Pelabuhan Makassar pada 2024 lalu.
Pelni juga menambah perbantuan dua kapal, yakni KM Leuser dan KM Nggapulu. Selain itu, penambahan frekuensi pelayaran dilakukan dengan KM Kelud dan KM Dorolonda.





