Terkini, Makassar – Duka menyelimuti dunia kesehatan Indonesia setelah dua dokter muda Indonesia wafat saat menjalankan tugas mulia sebagai tenaga kesehatan.
Kepergian mereka bukan hanya meninggalkan kesedihan mendalam, tetapi juga pengingat bahwa tenaga kesehatan berada di garis depan menjaga keselamatan masyarakat.
Di tengah kabar duka tersebut, para tenaga medis kembali mengingatkan masyarakat tentang meningkatnya kasus campak dalam beberapa waktu terakhir.
Salah satu penyebab utamanya adalah semakin banyak orang tua yang menolak atau menunda imunisasi anak karena informasi yang tidak tepat.
Padahal, imunisasi merupakan salah satu langkah paling penting dalam melindungi anak dari penyakit berbahaya.
Imunisasi: Latihan untuk “Pasukan Penjaga” di Dalam Tubuh
Menurut dr. Dewi Setiawati, di dalam tubuh manusia sebenarnya ada sistem pertahanan alami yang selalu siaga melindungi tubuh dari berbagai ancaman penyakit.
“Di dalam tubuh kita ada sistem imun yang bisa diibaratkan seperti pasukan penjaga. Mereka melindungi tubuh dari virus dan bakteri berbahaya,” jelasnya.
Namun, pasukan ini tidak selalu langsung mengenali musuh baru. Ketika virus campak masuk untuk pertama kalinya, tubuh membutuhkan waktu untuk mengenali dan melawannya.
Dalam proses itulah seseorang bisa jatuh sakit, bahkan mengalami komplikasi serius hingga kematian.
Di sinilah imunisasi berperan penting.
Vaksin bekerja seperti latihan sebelum perang sebenarnya. Tubuh diperkenalkan dengan versi virus yang sudah dilemahkan, sehingga tidak menyebabkan penyakit, tetapi cukup untuk dikenali oleh sistem kekebalan tubuh.
Tubuh kemudian belajar mengenali virus tersebut, memahami cara menyerangnya, dan menyiapkan pertahanan jika suatu hari virus asli datang.
“Setelah imunisasi, tubuh memiliki memori. Jadi kalau virus asli datang, tubuh sudah siap dan bisa langsung melawan,” kata dr. Dewi.
Kasus Campak Meningkat karena Penolakan Imunisasi
Meningkatnya kasus campak saat ini salah satunya disebabkan oleh menurunnya cakupan imunisasi anak. Banyak orang tua mendapatkan informasi dari sumber yang tidak memiliki dasar ilmu kesehatan yang benar, sehingga menjadi ragu atau menolak imunisasi.
Padahal campak bukan penyakit biasa. Penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia, radang otak, diare berat, bahkan kematian, terutama pada anak-anak.
Tenaga medis pun mengimbau orang tua untuk selalu mencari informasi kesehatan dari dokter, tenaga medis, atau sumber resmi kesehatan.
“Jangan mudah percaya informasi kesehatan dari sumber yang tidak jelas. Tanyakan langsung kepada dokter atau tenaga kesehatan,” ujar dr. Dewi.
Membangun Bangsa Dimulai dari Anak yang Sehat
Kesehatan generasi muda adalah fondasi masa depan bangsa. Anak-anak yang sehat akan tumbuh menjadi generasi yang kuat, cerdas, dan produktif.
Imunisasi bukan hanya melindungi satu anak, tetapi juga melindungi masyarakat luas melalui kekebalan kelompok atau herd immunity. Semakin banyak anak yang diimunisasi, semakin kecil kemungkinan wabah penyakit menyebar.
Pesan sederhana dari para tenaga kesehatan adalah memulai dari diri sendiri dan keluarga sendiri.
Karena membangun bangsa tidak selalu dimulai dari hal besar. Kadang dimulai dari satu keputusan sederhana: membawa anak untuk imunisasi.
Bersama, kita bisa menjaga generasi bangsa tetap sehat.




