Heboh! Pria di Pamulang Bagi Brosur Tawarkan Jasa Seksual Mulai dari Rp 20 Ribu, Diduga Idap HIV

grid.id
3 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Seorang pria di Pamulang, Tangerang Selatan, membagikan brosur yang menawarkan jasa seksual dengan harga mulai dari Rp 20 ribu. Pria itu diduga mengidap HIV.

Media sosial baru-baru ini dihebohkan dengan video seorang pria yang tengah dilabrak warga usai kepergok menawarkan jasa yang tak biasa. Pria berinisial IK (35) itu membagikan selebaran kertas atau brosur yang menawarkan jasa layanan seksual sesama jenis di wilayah Benda Baru, Pamulang, Tangerang Selatan.

Mirisnya, IK membagikan brosur tersebut kepada anak-anak di bawah umur. Di dalam kertas tersebut, tertulis tarif jasa seksual yang ia tawarkan, yakni untuk pelajar Rp 20 ribu, mahasiswa Rp 50 ribu, dan dewasa Rp 100 ribu.

Kronologi pria di Pamulang bagi brosur tawarkan jasa seksual terjadi pada Kamis (26/3/2026) malam. Sekitar pukul 19.30 WIB, seorang warga tengah membeli bakso di Jalan Cendana, Serua, Tangerang Selatan.

Tiba-tiba, datang IK yang menyodorkan secarik kertas berisi penawaran jasa layanan seksual tersebut. Warga tersebut kemudian menceritakan hal itu kepada keluarganya.

“Ada seseorang yang tidak dikenal tiba-tiba menghampiri warga itu sambil menawarkan dan memberikan lembaran kertas yang tertuju mengenai berhubungan seks dengan sesama jenis,” ujar Kapolsek Pamulang, Galuh Febri Saputra, dikutip dari TribunnewsBogor.com.

Setelah itu, warga kemudian memancing pelaku untuk kembali ke lokasi. Saat IK datang, warga pun langsung menegurnya.

Dalam video yang beredar, ada seorang ibu yang tampak memaki-maki IK dengan penuh emosi. Ia memarahi IK karena secara terang-terangan membawa pengaruh buruk bagi anak-anak di wilayah tersebut.

Wanita itu juga meminta pelaku mengeluarkan kartu identitasnya. Namun pria tersebut mengaku tidak membawa KTP.

"Lu sakit lu ya? lu kalau sakit jangan bawa-bawa orang. Mana KTP lu?" tanya emak-emak itu sambil mengamuk.

"Enggak bawa bu," kata IK.

 

"Mana KTP lu, kalau enggak gue ancurin nih motor lu," ancam wanita tersebut.

"Jangan bu," ujar IK ketakutan.

"Anak gue masih sekolah, maksud lu apa sebarin (brosur jasa seksual) ke anak gue," ujar ibu itu tampak emosi.

Tak lama kemudian, mereka pun menggiring IK ke rumah salah satu warga dan lanjut menginterogasinya. Identitas IK akhirnya terbongkar usai diinterogasi warga.

IK rupanya berprofesi sebagai guru dan operator sekolah di MTs wilayah Depok, Jawa Barat. Usai dimarahi warga, IK pun berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi.

"Saya berjanji tidak akan menyebar ini lagi," kata IK.

Lebih lanjut, pelaku juga diminta untuk membuat surat pernyataan tertulis agar tidak lagi mengulangi aksinya tersebut.

Diduga Idap HIV

Warga pun tak langsung mempercayai pria tersebut. Warga kemudian menggeledah tas pelaku.

Saat digeledah, terdapat botol obat penyakit HIV. Saat dicecar warga, IK pun mengakui bahwa dirinya mengidap penyakit HIV sejak belasan tahun lalu.

"Di sini obat telado untuk HIV," ujar IK.

 

"Berarti udah kena HIV berapa tahun? tanya warga.

"Dari tahun 2014," jawab IK.

"Berarti semenjak melakukan hal kayak gitu kena HIV?" cecar warga lagi.

"Iya," ucap IK.

Setelah IK berjanji tak akan lagi mengulangi perbuatannya, warga pun melepaskannya lagi. Namun, warga tetap menyita ponsel pelaku.

Polisi Lakukan Penelusuran

Terkait kasus pria di Pamulang bagi brosur tawarkan jasa seksual, polisi masih melakukan penelusuran. Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya KTP dan botol obat milik pelaku.

“Pria yang diduga di video itu dikembalikan (dibebaskan), hanya ponselnya yang diamankan warga setempat,” ujar Kapolsek Pamulang, Galuh Febri Saputra, dikutip dari Kompas.com.

Namun, handphone pelaku masih dibawa oleh salah satu warga, yakni wanita yang terekam dalam video viral. Polisi pun masih menunggu barang bukti tersebut sambil melakukan penyelidikan.

“Wanita itu telah mengamankan ponsel pelaku, tetapi setelah crosscheck, wanita ini masih di Serang, Banten, dan belum kembali. Jadi kami menunggu sekitar minggu depan sambil melanjutkan penyelidikan,” lanjutnya.

Terkait kondisi kesehatan pelaku yang diduga mengidap HIV, polisi belum berani menyimpulkan hal tersebut. Menurutnya, hanya dokter yang berhak memastikan apakah benar IK mengidap HIV.

 

“Untuk pria itu belum diketahui karena yang bisa mengecek itu adalah dokter. Jadi belum ketahuan itu benar atau asumsi,” pungkasnya. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Presiden Aoun Kutuk Serangan Israel Tewaskan 3 Jurnalis di Lebanon
• 17 jam laludetik.com
thumb
Turki Selangkah Lagi Akhiri Penantian 24 Tahun ke Piala Dunia
• 22 jam lalutvrinews.com
thumb
Jadwal Balapan Moto3 Malam Ini, Veda Ega Start dari Posisi Berapa?
• 4 jam lalumedcom.id
thumb
Ekspansi Gerai Luar Jawa Kerek Pendapatan, Alfamart (AMRT) Raup Laba Rp3,41 Triliun 
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Dua Pemain Timnas Indonesia Ini Belum Bersinar, Strategi John Herdman Perlu Penyesuaian
• 12 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.