Tak sedikit ibu hamil khawatir vagina akan berubah—mulai dari tidak sekencang dulu, terasa lebih longgar, hingga menurun daya cengkeramnya—setelah melahirkan normal atau pervaginam.
Sebaliknya, ada pula yang percaya vagina akan tetap kencang bila ibu melahirkan melalui operasi caesar karena bayinya tidak keluar lewat jalan lahir.
Namun, pandangan ini ternyata kurang tepat, lho!
Melahirkan Caesar atau Pervaginam, Vagina Tetap Mengalami PerubahanMengutip Romper, Dr. Seth Plancher, dokter kandungan dan ginekolog dari Garden City, New York, AS, menjelaskan bahwa perubahan pada vagina sebenarnya sudah mulai terjadi bahkan sebelum proses melahirkan. Kehamilan meningkatkan aliran darah, yang membuat jaringan di area ini ikut berubah.
“Belum bicara soal persalinan, saat hamil saja sudah ada ibu yang vaginanya bengkak seperti varises atau mirip wasir,” jelas Dr. Plancher.
Selain itu, selama kehamilan, otot dasar panggul bekerja ekstra keras untuk menopang berat bayi yang terus bertambah. Padahal, sensasi “kencang” atau tidaknya vagina justru sangat dipengaruhi oleh kekuatan otot dasar panggul yang menyokong saluran vagina. Otot inilah yang memberi struktur dan daya cengkeram.
Karena itu, meski setelah melahirkan caesar bagian luar vagina terlihat tidak berubah, bagian dalamnya tetap mengalami peregangan selama sembilan bulan kehamilan. Inilah sebabnya, sensasinya bisa terasa berbeda meski bentuk luarnya tampak sama.
Persalinan Apa Pun Tetap Akan Menyebabkan PendarahanDr. Plancher juga menegaskan bahwa ibu yang melahirkan caesar maupun pervaginam tetap akan mengalami pendarahan dari vagina setelah persalinan.
Menurut American Pregnancy Association, pendarahan ini disebut lochia atau lokia, dan biasanya berubah dari waktu ke waktu serta dapat meningkat bila aktivitas terlalu berat. Umumnya, pendarahan akan berhenti dalam waktu sekitar enam minggu.
Begitu pula dengan otot dasar panggul yang melemah setelah melahirkan, baik caesar maupun pervaginam. Kabar baiknya, otot ini bisa kembali lebih kuat bila dilatih dengan benar.
Latihan dasar panggul yang tepat dapat membantu meningkatkan kontrol kandung kemih, mengembalikan kenyamanan saat berhubungan, hingga mengurangi risiko sakit punggung. Jadi, tidak perlu cemas berlebih ya, Moms.





