Bisnis.com, JAKARTA — Australia menghadapi krisis BBM imbas perang di Timur Tengah antara Iran vs AS-Israel. Sejumlah langkah dilakukan Pemerintah Australia, termasuk menggratiskan transportasi publik.
Seiring dengan konflik di Timur Tengah, pasokan minyak dunia terganggu akibat penutupan Selat Hormuz. Australia pun menghadapi krisis BBM. Ratusan stasiun pengisian bahan bakar alias SPBU di Australia dilaporkan mengalami kekurangan.
Pemerintah Australia pun melakukan sederet strategi untuk menghadapi krisis tersebut, termasuk menggratiskan layanan transportasi publik. Dilansir dari SBS News, pengguna transportasi umum di negara bagian Victoria akan mendapatkan layanan gratis selama sebulan di tengah krisis BBM yang sedang berlangsung.
Para komuter di Victoria tidak perlu lagi menempelkan kartu Myki mereka, karena semua gerbang transportasi umum di seluruh jaringan kereta api, trem, dan bus di negara bagian tersebut akan dibuka sepenuhnya selama bulan April.
Pemerintah negara bagian Victoria juga telah menambahkan ribuan layanan tambahan untuk menangani lonjakan permintaan yang diperkirakan.
"Ini adalah langkah sementara untuk membantu mengatasi biaya hidup; ini akan mengurangi tekanan pada bahan bakar dan membantu berhemat," kata Perdana Menteri Victoria Jacinta Allan, dilansir dari SBS News pada Minggu (29/3/2026).
Baca Juga
- Pengamat: Cadangan BBM Indonesia Memadai Tetapi Belum Ideal
- Daftar Harga BBM Pertamina, Shell, BP, Vivo Sebelum Penyesuaian 1 April 2026
- Peneliti Harap Pemerintah Tak Puas Diri Distribusi BBM Lancar di Lebaran, Risiko Gangguan Menurun
Negara bagian Tasmania pun menyusul dengan masa bebas biaya yang lebih lama. Warga Tasmania akan mendapatkan manfaat dari periode transportasi umum gratis yang lebih lama, dengan perjalanan gratis di bus dan feri yang berlaku mulai 30 Maret hingga 30 Juni.
Sementara itu, pemerintah federal Australia pun telah mengambil sejumlah langkah untuk mengatasi tekanan pasokan BBM. Di antara langkah lainnya yang diambil adalah pelonggaran standar bahan bakar diesel dalam kurun waktu enam bulan.
Lalu, terdapat upaya pelepasan sebagian cadangan bahan bakar nasional untuk menstabilkan distribusi di pasar domestik. Langkah lainnya adalah bahwa Australia memesan cadangan bahan bakar darurat dari AS.
Sebelumnya, terdapat enam kapal kargo minyak yang menuju Australia dari Malaysia, Singapura, dan Korea Selatan yang dibatalkan. Menteri Energi Chris Bowen mengatakan China akan menggantikan enam kapal tanker tersebut.
“Situasinya tetap sama, seperti yang telah saya indikasikan sebelumnya, bahwa enam pengiriman ke Australia yang dibatalkan yang sebelumnya telah saya umumkan setransparan mungkin, telah digantikan oleh sumber alternatif berupa kargo baru,” kata Bowen dilansir dari Sky News.
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese berusaha menjelaskan bahwa semakin lama perang di Timur Tengah berlangsung, semakin besar dampaknya terhadap pasokan BBM di Australia.
"Tetapi kami terus bertindak untuk mempersiapkan dan melindungi warga Australia dari dampak terburuknya," kata Albanese.





