Manama: Bahrain menyatakan sistem pertahanan udaranya telah mencegat dan menghancurkan ratusan rudal dan drone sejak dimulainya serangan Iran pada 28 Februari.
Dalam pernyataan pada Minggu, 29 Maret 2026, Komando Umum Angkatan Pertahanan Bahrain menyebut sebanyak 174 rudal dan 391 drone berhasil dicegat selama periode tersebut.
Dilansir dari Anadolu Agency, pihak militer Bahrain menggambarkan serangan tersebut sebagai “serangan teroris Iran” yang terjadi dalam beberapa gelombang berturut-turut.
Namun, otoritas tidak memberikan rincian terkait korban jiwa maupun tingkat kerusakan akibat serangan tersebut.
Ketegangan di kawasan meningkat sejak Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran pada 28 Februari. Konflik tersebut telah menewaskan lebih dari 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.
Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.
Eskalasi tersebut turut berdampak pada gangguan pasar global dan sektor penerbangan internasional.
Baca juga: Kantor Gubernur di Bahrain Terbakar Hebat, Imbas Serangan Iran?




