Peringatan FBI, Maling M-banking Sembunyi di Tempat Charge HP

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: Charger hp. (Dok. Pixabay)

Jakarta, CNBC Indonesia — Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) mengeluarkan peringatan terkait risiko keamanan pada penggunaan fasilitas pengisian daya ponsel gratis di area publik. Meski terlihat praktis, layanan charging station di tempat umum tersebut berpotensi menjadi sarana bagi tindakan kejahatan siber yang merugikan pengguna.

FBI menjelaskan bahwa para peretas telah menemukan cara untuk menyisipkan perangkat lunak berbahaya atau malware ke dalam fasilitas tersebut. Melalui perangkat lunak ini, pelaku dapat memperoleh akses ilegal ke berbagai perangkat elektronik, mulai dari ponsel pintar, tablet, hingga komputer jinjing.

Baca: Mafia Kelas Kakap Ditangkap, Rupanya Bocah 20 Tahun

Mengutip CNBC International, masyarakat diimbau untuk menghindari penggunaan stasiun pengisian daya gratis yang tersedia di bandara, hotel, maupun pusat perbelanjaan. Sebagai langkah pencegahan, para pengguna disarankan untuk membawa perangkat pengisi daya atau kabel USB pribadi demi menjaga keamanan data pada perangkat mereka.


"Hindari menggunakan stasiun pengisian gratis di bandara, hotel, atau pusat perbelanjaan," begitu CNBC International melansir cuitan FBI Denver, dikutip Minggu (29/3/2026).

"Penjahat telah menemukan cara untuk menggunakan port USB publik untuk memasukkan malware dan perangkat lunak pemantauan ke perangkat. Bawa pengisi daya dan kabel USB Anda sendiri dan gunakan stopkontak listrik sebagai gantinya," tambahnya.

FBI menawarkan panduan serupa di situs webnya untuk menghindari fasilitas charging umum tersebut. Namun buletin itu tidak menunjukkan contoh kerugian konsumen dari pembajakan tersebut.

Komisi Komunikasi Federal (FCC) juga telah memperingatkan tentang "juice jacking" ini sejak 2021 lalu. Pada saat itu FCC memperingatkan bahwa perangkat konsumen dengan kabel USB dapat dibajak melalui perangkat lunak yang kemudian dapat menyedot nama pengguna dan kata sandi.

"Komisi mengatakan kepada konsumen untuk menghindari fasilitas publik tersebut," tandasnya.


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Perkuat Fintech, Infrastruktur Pembayaran Dorong Ekonomi Digital RI

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Konflik AS-Iran Belum Reda, Upbit Indonesia Ingatkan Investor Kripto untuk Hindari Keputusan Impulsif
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Instrumen Keuangan Sosial Islam di Tengah Gejolak Energi Global
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Update Arus Balik: Kepadatan di Tol Trans Jawa Arah Jakarta Menurun, Kalikangkung Tak Lagi Padat
• 3 jam laluliputan6.com
thumb
Pelabuhan Ust-Luga Diserang Drone Ukraina, Ekspor Minyak Rusia Terganggu
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Saham Emas vs Emas Fisik: Memahami Potensi di Tengah Ketidakpastian Global
• 8 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.