Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) menyatakan dukungan terhadap rencana pemerintah untuk mengonversi sekitar 120 juta sepeda motor konvensional menjadi motor listrik.
Ketua Umum Aismoli Budi Setiyadi mengatakan pelaku industri siap berpartisipasi dalam program percepatan konversi sepeda motor listrik yang tengah diwacanakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
“Saya sudah bersurat juga ke Menteri ESDM bahwa Aismoli dengan 35 pabrik APM sepeda motor sudah siap menjadi mitra pemerintah untuk kebutuhan konversi sepeda motor bensin menjadi motor listrik,” ujar Budi kepada Bisnis, Minggu (29/3/2026).
Meski demikian, Budi menilai percepatan program konversi motor listrik membutuhkan dukungan insentif dari pemerintah. Hal itu karena biaya konversi dari mesin bensin ke motor listrik masih relatif tinggi bagi sebagian masyarakat.
Menurutnya, apabila program konversi hanya mengandalkan inisiatif masyarakat ritel tanpa subsidi atau dorongan kebijakan, implementasinya dinilai tidak akan berjalan optimal.
“Kami harap juga pemerintah dapat memberikan bantuan. Karena biaya untuk konversi masih lumayan tinggi, sekitar Rp13 juta–Rp14 juta, dan kemudian baterainya juga mengharapkan ada baterai swap,” ujarnya.
Baca Juga
- Pengusaha Motor Listrik Semringah di Tengah Isu Kenaikan Harga BBM
- Motor Listrik Asal China TAILG Siap Ekspansi di Indonesia
- Driver Ojol Siap Beralih ke Motor Listrik di Tengah Ancaman BBM Naik
Di lain sisi, dia menilai potensi pasar motor listrik akan semakin bertumbuh di tengah isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.
Budi menyebut lonjakan harga minyak global berpeluang mendorong konsumen beralih ke sepeda motor listrik guna menekan biaya operasional kendaraan.
“Menurut saya, ini adalah suatu momentum emas bagi industri sepeda motor listrik. Karena di tengah kondisi perang dan keterbatasan pasokan minyak, motor listrik akan semakin dibutuhkan,” pungkas Budi.





