Penulis: Ama Boro Huko
TVRINews, Lembata
Menjelang akhir Maret 2026, Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, kembali mengalami erupsi dengan tinggi kolom abu vulkanik mencapai sekitar 500 meter di atas puncak atau sekitar 1.923 meter di atas permukaan laut.
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi terjadi pada Minggu, 29 Maret 2026, pukul 22.10 WITA. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal yang condong ke arah barat.
Erupsi tersebut juga disertai bunyi gemuruh lemah dan terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 21,8 milimeter serta durasi sekitar 43 detik.
Meski demikian, status Gunung Ile Lewotolok saat ini masih berada pada Level II (Waspada).
Sehubungan dengan aktivitas vulkanik tersebut, masyarakat di sekitar gunung, termasuk pengunjung, pendaki, dan wisatawan, diimbau untuk tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah.
PVMBG juga mengingatkan warga agar tetap waspada terhadap potensi bahaya lain, seperti hujan abu dan gangguan pernapasan, serta selalu mengikuti arahan dari otoritas setempat.
Editor: Redaksi TVRINews





