Ramallah (ANTARA) - Kepresidenan Palestina, Sabtu (28/3), memperingatkan pertempuran yang terus terjadi di Gaza dan meningkatnya kekerasan yang dilakukan para pemukim di Tepi Barat berisiko mengguncang stabilitas regional.
Juru bicara Kepresidenan Palestina, Nabil Abu Rudeineh, mengatakan bahwa 692 warga Palestina tewas sejak gencatan senjata di Gaza diberlakukan, seraya menambahkan bahwa pembatasan bantuan kemanusiaan telah memperburuk kondisi di Gaza, menurut pernyataan yang diterbitkan oleh kantor berita resmi Palestina, WAFA.
Abu Rudeineh juga menyoroti eskalasi berbahaya di Tepi Barat, seraya mengungkapkan bahwa para pemukim melakukan penyerangan di bawah perlindungan pasukan Israel.
Rudeineh mengingatkan pula bahwa "tindakan yang tidak bertanggung jawab tidak akan membawa keamanan atau stabilitas," dan mengatakan bahwa konflik regional tidak akan terselesaikan kecuali jika masalah Palestina ditangani berdasarkan hukum internasional, resolusi-resolusi PBB, dan Inisiatif Perdamaian Arab.
Dia pun mendesak komunitas internasional dan Amerika Serikat untuk menekan Israel agar menghentikan kampanye militernya, menerapkan gencatan senjata, mengizinkan pengiriman bantuan, dan menghentikan serangan yang dilakukan oleh para pemukim.
Juru bicara Kepresidenan Palestina, Nabil Abu Rudeineh, mengatakan bahwa 692 warga Palestina tewas sejak gencatan senjata di Gaza diberlakukan, seraya menambahkan bahwa pembatasan bantuan kemanusiaan telah memperburuk kondisi di Gaza, menurut pernyataan yang diterbitkan oleh kantor berita resmi Palestina, WAFA.
Abu Rudeineh juga menyoroti eskalasi berbahaya di Tepi Barat, seraya mengungkapkan bahwa para pemukim melakukan penyerangan di bawah perlindungan pasukan Israel.
Rudeineh mengingatkan pula bahwa "tindakan yang tidak bertanggung jawab tidak akan membawa keamanan atau stabilitas," dan mengatakan bahwa konflik regional tidak akan terselesaikan kecuali jika masalah Palestina ditangani berdasarkan hukum internasional, resolusi-resolusi PBB, dan Inisiatif Perdamaian Arab.
Dia pun mendesak komunitas internasional dan Amerika Serikat untuk menekan Israel agar menghentikan kampanye militernya, menerapkan gencatan senjata, mengizinkan pengiriman bantuan, dan menghentikan serangan yang dilakukan oleh para pemukim.





