Bisnis.com, JAKARTA - Timnas Indonesia akan bersua Bulgaria pada final FIFA Series 2026, Senin (30/3/2026) pukul 20.00 WIB. Jay Idzes cs disebut masih punya kelemahan yang patut jadi perhatian.
Sekadar pengingat, dalam laga persahabatan dengan format kompetisi mini ini, skuad Garuda melenggang ke final berkat kemenangan 4–0 kontra Saint Kitts and Nevis, sementara Bulgaria menang telak atas Kepulauan Solomon dengan skor akhir 2–10.
Pelatih Kepala Timnas Indonesia John Herdman menekankan lawan berikutnya buat Ole Romeny dan kawan-kawan akan sangat berat, terlebih Bulgaria punya peringkat FIFA ke-87 dunia.
"Kita akan menghadapi laga sulit melawan Bulgaria. Saya senang berhasil melakukan rotasi pemain, karena akan butuh simpanan tenaga untuk melawan tim seperti mereka," jelasnya dalam konferensi pers selepas laga kontra St. Kitts & Nevis, Sabtu (28/3/2026) malam.
Herdman mengaku puas anak-anak asuhnya bisa mencetak gol dari transisi cepat, bola mati, dan mencoba skema serangan tertentu, sekaligus mempertahankan clean sheet kontra St. Kitts & Nevis.
Menurutnya hasil itu turut menandakan bahwa Rizky Ridho cs mampu menjaga disiplin taktis di tengah minimnya jadwal latihan, serta ketahanan mental apik dalam menghadapi tekanan saat bermain di hadapan publik sendiri.
Baca Juga
- FIFA Series 2026: Kep Solomon vs Bulgaria 2-10, Ini 3 Pemain yang Harus Diwaspadai Timnas
Namun, masih ada beberapa catatan yang menurutnya masih jadi kelemahan utama skuad Garuda. Misalnya, telat panas, belum optimal memanfaatkan kreativitas, dan masih perlu penyesuaian dalam peran atau posisi baru.
Oleh karena itu, Herdman menegaskan komitmen skuad pada cetak biru rencana taktik dan strategi yang akan diterapkan harus lebih kuat sejak menit pertama, demi bisa kompetitif saat melawan tim seperti Bulgaria.
"Saya menemukan bahwa dalam 15 menit pertama, kami terlalu bersemangat. Pemain melakukan hal mereka sendiri untuk beberapa saat. Kalau melakukan itu melawan Bulgaria, kita bisa mati [kebobolan] dalam 10 menit pertama," ungkapnya.
Tak heran, Herdman pun tampak 'cerewet' dan banyak meneriaki anak-anak asuhnya saat laga melawan St. Kitts & Nevis.
Berdasarkan pemantauan Bisnis, pelatih asal wilayah Newcastle upon Tyne, Inggris itu kerap mengingatkan Dony Tri untuk tak ragu maju melebar di sisi sayap kiri, serta sempat meneriaki Ole Romeny untuk masuk menjemput bola ke tengah.
Herdman juga kerap mengarahkan pergerakan taktis, seperti posisi saat korner atau bola mati, serta membuat gestur agar lini pertahanan waspada pada serangan balik.
Lantas, Herdman mengakui bahwa kerangka taktis merupakan alasan utama yang membuatnya bersemangat untuk 'cerewet' di sisi lapangan, di samping juga efek passion sepak bola intensitas tinggi khas Inggris dalam darahnya.
"Semangat itu harus. Tapi ada soal taktik juga. Saya memiliki harapan tinggi kepada pemain. Apalagi, menyatukan sebuah tim pada jangka waktu singkat, perlu pengingat yang konstan. Pada fase awal ini pelatih harus lebih terlibat, sampai semua terbiasa pada strategi, identitas, dan gaya bermain khas," tutupnya.
Sekadar pengingat, Herdman tampak tak malu-malu memasang para bek tangguh sejak awal pertandingan kontra St. Kitts & Nevis. Kapten Jay Idzes didampingi Rizky Ridho di sisi kanan dan Elkan Baggott di kiri sebagai tiga pilar jantung utama pertahanan Garuda.
Sementara itu, Kevin Diks dipasang lebih lebar ke sayap kanan. Adapun, Jordi Amat dan Calvin Verdonk dipercaya menjaga sisi tengah, sedikit keluar dari posisi asli masing-masing.
Rizky Ridho patut menjadi sorotan, sebab punya peran yang begitu menantang sebagai wide center back sepanjang babak pertama. Membawa formasi 3-4-3 menjadi 2-3-4-1 ketika menyerang. Kemampuan Ridho dalam umpan progresif, build-up dari belakang, bahkan beberapa kali maju sampai sepertiga lapangan akhir.
Dony Tri Pamungkas di sisi kiri juga bermain solid dan disiplin, rajin naik-turun selama 90 menit, membuat kombinasi empat bek begitu kental terasa ketika skuad Garuda sedang bertahan.
Adapun, trio lini depan skuad Garuda yang diperkuat oleh Beckham Putra di sisi kanan, Ole Romeny di kiri, dan Ramadhan Sananta sebagai striker, tampak begitu cair.
Mereka kadang masuk ke dalam bersamaan buat overload lini tengah. Tapi bisa juga bergantian untuk membuat kombinasi segitiga yang terbukti sukses berbuah dua gol pertama Timnas Garuda era John Herdman.
Pada babak kedua, pemain kreatif seperti Ragnar Oratmangoen dan Eliano Reijnders juga patut menjadi sorotan, bahkan berpotensi menjadi starting XI masa depan buat menambah kreativitas serangan.
Adapun, sayap kanan Yakob Sayuri dan bek agresif Justin Hubner juga tampil apik sebagai pengganti, sebab mencetak banyak peluang emas kendati belum sempat terkonversi menjadi gol.





