Pantau - Badan Gizi Nasional menghentikan sementara operasional delapan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, karena tidak memenuhi standar operasional prosedur.
Langkah penghentian ini dilakukan sebagai bagian dari penanganan dan evaluasi dugaan pelanggaran, termasuk kasus keracunan makanan dan ketidaksiapan fasilitas.
Koordinator BGN menyebut terdapat 116 dapur SPPG di Tulungagung, dengan delapan dapur yang disuspend.
"Saat ini terdapat 116 dapur SPPG di Tulungagung, namun delapan di antaranya kami suspend sementara karena tidak memenuhi standar," ujarnya.
Dari delapan dapur tersebut, satu dapur tidak memiliki pengawas gizi, empat dapur terkait dugaan keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis, dan tiga dapur memiliki fasilitas yang belum memadai.
Untuk kasus keracunan, sampel makanan telah diuji di laboratorium dan hasilnya masih dalam tahap analisis.
"Hasil uji laboratorium sudah kami kirim ke pusat, namun masih dalam tahap analisis sehingga belum bisa kami sampaikan," katanya.
Seluruh dapur yang dihentikan diwajibkan melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk penerapan SOP dan perbaikan sarana prasarana.
Perbaikan dilakukan sesuai rekomendasi Dinas Kesehatan setempat.
BGN juga mengevaluasi kualitas distribusi program Makan Bergizi Gratis selama Ramadhan yang sebelumnya mendapat keluhan masyarakat.
"Kejadian sebelumnya menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas menu, sarana prasarana, dan sumber daya manusia ke depan," ujarnya.
Pada 2025, fokus BGN adalah memperluas jumlah dapur SPPG, sementara pada 2026 diarahkan pada peningkatan kualitas layanan secara menyeluruh.




