FAJAR, BEIRUT—Misi penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) mengatakan pada Senin pagi bahwa salah satu pasukan penjaga perdamaiannya tewas dan yang lainnya luka parah setelah sebuah proyektil meledak pada Minggu malam waktu setempat di salah satu posisinya di Lebanon selatan.
Menurut Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA), penembakan artileri Israel menargetkan markas kontingen Indonesia yang bertugas bersama pasukan PBB di Adshit al-Qusayr.
Pasukan tersebut mengatakan ledakan terjadi di dekat Adshit al-Qusayr di distrik Marjayoun.
“Kami tidak mengetahui asal proyektil tersebut. Kami telah meluncurkan penyelidikan untuk menentukan semua keadaan,” kata pasukan tersebut di X.
Ditambahkan bahwa serangan yang disengaja terhadap pasukan penjaga perdamaian itu merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan Resolusi Dewan Keamanan 1701 serta dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang. (amr)





