JAKARTA – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memicu kontroversi setelah menyatakan keinginannya untuk mengambil alih sumber minyak Iran, termasuk kemungkinan menguasai pusat ekspor utama negara tersebut di Pulau Kharg.
Dalam wawancara dengan Financial Times, Trump secara terbuka menyebut bahwa salah satu opsi yang dipertimbangkan Washington adalah mengendalikan fasilitas minyak Iran.
"Sejujurnya, hal favorit saya adalah mengambil minyak di Iran, tetapi beberapa orang di AS mempertanyakan itu,” kata Trump, seperti dilansir dari Aljazeera, Senin (30/3/2026).
Ia bahkan menyebut kemungkinan pengambilalihan Pulau Kharg, yang merupakan pusat ekspor minyak utama Iran.
“Mungkin kita akan merebut Pulau Kharg, mungkin juga tidak. Kita punya banyak pilihan,” ujarnya.
“Itu berarti kita harus berada di sana untuk sementara waktu,” katanya.




