JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa sebagian wilayah Indonesia mulai memasuki awal musim kemarau pada April 2026.
Berdasarkan rilis di laman bmkg.go.id, sekitar 16,3 persen wilayah diprakirakan telah mengalami peralihan menuju musim kemarau secara bertahap.
BMKG menjelaskan bahwa awal musim kemarau tidak terjadi secara serentak, melainkan berlangsung berbeda di tiap wilayah.
Peralihan ini ditandai dengan menurunnya curah hujan dalam periode waktu tertentu sesuai dengan kriteria klimatologis yang telah ditetapkan.
Baca Juga: BMKG Juanda: Waspada Hujan Lebat dan Petir di Beberapa Wilayah Jawa Timur Hari Ini 30 Maret 2026
Adapun wilayah yang diprakirakan mulai memasuki awal musim kemarau pada April 2026 meliputi:
- Jawa Barat bagian utara
- Pesisir utara Jawa Tengah
- Pesisir selatan Jawa Tengah
- Sebagian besar Daerah Istimewa Yogyakarta
- Sebagian kecil Sulawesi Selatan
- Sebagian wilayah Bali
- Nusa Tenggara Barat
- Nusa Tenggara Timur
BMKG mendefinisikan suatu wilayah telah memasuki musim kemarau apabila jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) kurang dari 50 milimeter dan kondisi tersebut berlanjut hingga dua dasarian berikutnya.
Selain itu, dalam periode tiga dasarian (30 hari), total curah hujan tercatat kurang dari 150 milimeter.
Baca Juga: BMKG: 4 Wilayah Waspada Hujan Lebat Senin 30 Maret 2026, Ini Daftar Kota yang Terdampak
Lebih lanjut, BMKG menegaskan bahwa awal musim kemarau dapat terjadi lebih awal, normal, atau lebih lambat dibandingkan rata-rata klimatologis selama 30 tahun. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor dinamika atmosfer yang terus berubah.
Penulis : Dian Nita Editor : Gading-Persada
Sumber : bmkg.go.id
- musim kemarau 2026
- musim kemarau april 2026
- bmkg
- indonesia





