AS Tangkap 2 Orang Penyelundup Chip AI NVIDIA Rp 42 T ke China

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Kejagung Amerika Serikat (DOJ) membongkar skema penyelundupan besar-besaran teknologi chip AI ke China. Tak main-main, nilai teknologi yang diselundupkan mencapai sedikitnya USD 2,5 miliar atau setara dengan Rp 42 triliun.

Kasus ini menyeret nama besar di Silicon Valley. Salah satu dari tiga orang yang didakwa adalah Yih-Shyan Liaw, yang merupakan salah satu pendiri (co-founder) perusahaan server AI raksasa, Super Micro Computer Inc.

Liaw, yang berkewarganegaraan AS, telah ditangkap bersama seorang kontraktor bernama Ting-Wei Sun. Sementara itu, satu tersangka lainnya, Ruei-Tsang Chang yang merupakan manajer penjualan Super Micro di Taiwan, saat ini masih berstatus buron.

Berdasarkan dokumen pengadilan di Manhattan, ketiga tersangka diduga menjalankan skema rumit untuk mengakali aturan pembatasan ekspor AS ke China yang telah diperketat sejak 2022.

Modusnya, mereka mengirimkan server AI buatan AS ke fasilitas di Taiwan, lalu diteruskan ke beberapa negara di Asia Tenggara. Di sana, server-server canggih tersebut dipindahkan ke dalam kotak tanpa merek sebelum akhirnya dikirim secara diam-diam ke China.

Untuk menutupi jejak, para tersangka melakukan aksi yang terbilang berani. Mereka menggunakan pengering rambut (hair dryer) untuk mencopot label dan nomor seri dari mesin asli, lalu menempelkannya ke mesin replika atau "dummy" yang tidak berfungsi.

Mesin palsu ini disiapkan untuk mengelabui tim kepatuhan saat inspeksi, sementara mesin asli yang berisi chip AI mahal sudah dalam perjalanan menuju China. DOJ menyebut skema ini semakin berani dari waktu ke waktu, di mana dalam periode April hingga Mei 2025 saja, server senilai USD 500 juta berhasil dialihkan ke China.

"Skema para terdakwa menjadi semakin berani seiring berjalannya waktu dan mengakibatkan pengiriman server dalam jumlah besar yang berisi teknologi kecerdasan buatan AS yang diawasi (dibatasi ekspornya) ke China," ungkap Departemen Kehakiman dalam sebuah pernyataan yang dikutip laporan Reuters.

Saham Super Micro ambles, Co-Founder Mundur

Meski jaksa tidak menyebut nama Super Micro secara langsung dalam dokumen dakwaan, hanya menyebut "produsen AS", pihak Super Micro telah mengonfirmasi mereka telah diberitahu mengenai dakwaan tersebut.

Perusahaan menegaskan mereka tidak menjadi terdakwa dalam kasus ini dan telah bekerja sama sepenuhnya dengan pihak berwenang. Namun, dampak skandal ini sangat memukul kondisi finansial perusahaan. Saham Super Micro dilaporkan ambles hingga 33 persen, yang menghapus nilai pasar perusahaan lebih dari USD 5 miliar.

Akibat kasus ini, Yih-Shyan Liaw resmi mengundurkan diri dari dewan direksi Super Micro. Perusahaan juga telah menonaktifkan karyawan yang terlibat dan memutus kontrak dengan pihak luar yang terseret kasus ini.

Sementara itu, NVIDIA, pemilik chip AI yang paling diburu dalam skema ini, menegaskan bahwa kepatuhan ketat terhadap hukum ekspor adalah prioritas utama mereka. NVIDIA menyatakan tidak akan memberikan layanan atau dukungan apa pun untuk sistem yang dialihkan secara ilegal ke China.

"Pengalihan ilegal komputer AS yang diawasi ke China adalah tindakan yang merugikan dari segala sisi, NVIDIA tidak memberikan layanan atau dukungan apa pun untuk sistem semacam itu, dan mekanisme penegakan hukum yang ada sangat ketat serta efektif,” ujar juru bicara NVIDIA dalam laporan Reuters.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Potongan Tubuh Korban Pegawai Ayam Geprek dalam Freezer Ditemukan di Bogor
• 47 menit lalukumparan.com
thumb
Tanggapi Isu Global Tak Menentu, Pemkab Nganjuk Terapkan WFH dan Batasi BBM Kendaraan Dinas
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Menteri PU Percepat Pembangunan Irigasi Tersier di Boyolali
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Tangis Amsal di Komisi III saat Bantah Mark-up Anggaran: Saya Tak Berwenang
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
KemenHAM Pantau Kondisi Aktivis KontraS Korban Penyiraman Zat Kimia di RSCM
• 12 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.