PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk berhasil mencetak 863 pengembang baru sejak Program Mini MBA in Property dilaksanakan mulai 2016 hingga 2025. Untuk tahun 2025, BTN mencetak 71 pengembang baru melalui Program Mini MBA in Property untuk Batch 23, Batch 24, dan Batch Makassar.
Adapun, program yang merupakan hasil kolaborasi Housing Finance Center (HFC) BTN dan Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut memberikan pembelajaran lengkap sekaligus simulasi nyata menjadi pengembang berkualitas. Program ini juga membuka akses ke berbagai kredit proyek perumahan di BTN.
Direktur Commercial Banking BTN Hermita mengatakan program ini digelar untuk melahirkan pengembang kompeten yang menghadirkan rumah-rumah berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia.
"Lulusan dari Mini MBA in Property ini tidak hanya mendapatkan ilmu tapi akan kami berikan juga akses ke kredit konstruksi di BTN, pembinaan untuk kredit bagi UMKM di kluster perumahan, hingga business matching dengan pasar dan pelaku usaha berkualitas yang terhubung di ekosistem perumahan BTN. " ujar Hermita di sela Wisuda Mini MBA in Property Tahun 2026 di Jakarta, akhir pekan kemarin.
Hermita melanjutkan, sektor properti masih memiliki potensi besar karena kebutuhan rumah di Indonesia yang terus meningkat, terutama di daerah. Selain itu, saat ini Pemerintah memberikan dukungan kuat untuk mengembangkan sektor perumahan nasional dengan berbagai program pembiayaan dan subsidi.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Dana Rp100 Triliun ke Bank, BTN Ajukan Porsi Rp12 Triliun
Penyelenggaraan Program Mini MBA in Property, menurut Hermita, juga menjadi langkah BTN untuk meningkatkan kualitas perumahan di Indonesia dan mendorong ekonomi nasional. Pasalnya, rumah merupakan sektor padat modal dan menggunakan 90% bahan lokal.
"Bahkan untuk setiap Rp1 triliun modal masuk ke sektor perumahan maka akan menambah 8.000 tenaga kerja, sehingga berdampak besar bagi perekonomian nasional," kata Hermita.
Sejak diluncurkan pada 2016, program Mini MBA in Property telah melahirkan 863 alumni di seluruh Indonesia. Sepanjang 2025, alumni program ini telah mencatatkan kerja sama pembiayaan dan pendanaan dengan BTN senilai Rp35,3 miliar, baik dari sisi funding maupun lending.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Dekan Bidang Sumber Daya Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung, Prof. Donald Crestofel Lantu, mengatakan bahwa program yang telah 10 tahun berjalan tersebut dirancang sebagai pembelajaran yang aplikatif dan transformatif.
Baca Juga: BTN Incar Payout Dividen 30%, Investor Berpotensi Terima Rp1,05 Triliun
Seluruh peserta, tambahnya, telah melalui proses pembelajaran intensif selama 63 jam tatap muka yang dirancang berdasarkan kurikulum terstruktur hasil kolaborasi antara HFC BTN dan SBM ITB. Kurikulum tersebut mengedepankan empat pilar utama dalam bisnis properti, yakni Business Model & Market, Finance & Risk, Project & Operation, serta Regulation & Law.
“Melalui metode case study dan pembelajaran langsung dari praktisi, peserta tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga jejaring dan mentor. Harapannya, mereka menjadi pelaku industri yang mampu membawa perubahan nyata yang tidak hanya membangun rumah, tapi membangun kehidupan," tutur Donald.





