Dua Wisatawan Diterjang Air Bah saat Mandi di Sungai Kalimborang Maros

eranasional.com
7 jam lalu
Cover Berita

Maros, ERANASIONAL.COM – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar menerjunkan sejumlah Tim SAR untuk mencari dua wisatawan yang hanyut di Sungai Kalimborang, Dusun Bahagia, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Minggu (29/3).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Arif Anwar mengatakan, kedua wisatawan tersebut tidak sempat menyelamatkan diri saat sedang mandi tiba-tiba air bah datang.

“Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WITA,”ujarnya Minggu (29/3) malam.

Dia menambahkanm berdasarkan laporan yang diterima, kedua korban yang diidentifikasi bernama Fajrin dan Ica beralamat di BTP Blok AB Makassar, sedang berenang di area Sungai Kalimborang.

“Secara tiba-tiba, debit air meningkat drastis akibat air bah dari hulu dan langsung menyeret kedua korban sebelum sempat menyelamatkan diri ke tepian,”jelasnya.

Melihat kejadian tersebut, saksi mata di lokasi bernama Muh. Yusuf, segera melaporkan kejadian tersebut kepada aparat Pemerintah Desa Bonto Manurung Maros.

Yusup menyebutkan bahwa kedua korban bukan merupakan bagian dari rombongan wisata mereka, sehingga identitas lengkap asal domisili korban saat ini masih dalam proses pendataan intensif oleh pihak Polsek Tompobulu.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Basarnas Makassar segera mengerahkan satu tim rescue untuk menuju lokasi kejadian guna melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan.

“Kami telah memberangkatkan tim rescue dari Kantor Basarnas Makassar ke lokasi kejadian di Kecamatan Tompobulu. Fokus utama saat ini adalah melakukan koordinasi di lapangan dan penyisiran awal di area hilir sungai,” bebernya.

Hingga sore, masyarakat setempat bersama personel Polsek Tompobulu telah melakukan upaya pencarian mandiri dengan menyisir pinggiran sungai.

Namun, derasnya arus dan kondisi medan yang cukup ekstrem membuat hasil pencarian masih nihil. Keberadaan Fajrin dan Ica belum ditemukan.

“Tim SAR Gabungan akan terus melakukan pemantauan dan penyisiran hingga batas waktu yang memungkinkan, dengan memperhatikan faktor cuaca dan keselamatan personel di lapangan,”jelasnya.

Anwar mengimbau masyarakat untuk tetap waspada saat melakukan aktivitas di sekitar sungai, mengingat cuaca yang ekstrem dapat memicu terjadinya air bah secara tiba-tiba.

Dalam operasi pencarian ini, Tim SAR Gabungan menggunakan sejumlah peralatan, antara lain perahu karet (rubber boat), alat pelampung (life jacket), tali penyelamatan (rescue rope), peralatan komunikasi, serta perlengkapan SAR air lainnya guna menunjang proses pencarian di area sungai.

“Pencarian akan dilanjutkan esok hari,”tutupnya. []


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
WFA dan Libur Sekolah Jadi Alasan Wisatawan Berkali-kali Melancong ke Lembang
• 18 jam lalurepublika.co.id
thumb
Perdana Digelar, “Seribu Bugis” Jadi Ikon Wisata Baru dari Kampung Bugisan Pekalongan
• 10 jam lalueranasional.com
thumb
Soal Dugaan Pengeroyokan Terkait Fahd A Rafiq di Polda Metro, Bapera: Tidak Benar!
• 23 jam laluokezone.com
thumb
Prabowo Disambut Hangat Diaspora di Jepang, Perawat Lansia Dapat Tanda Tangan Presiden
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Duh! Kepatuhan Anggota DPR Lapor LHKPN ke KPK Paling Rendah
• 14 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.