Pesona Baturraden: Magnet Wisata di Kaki Gunung Slamet

tvrinews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Ridho Dwi Putranto

TVRINews, Banyumas

Lokawisata Baturraden kembali membuktikan daya tariknya sebagai episentrum rekreasi di Jawa Tengah pada masa libur Lebaran 2026.

Berada tepat di kaki Gunung Slamet, destinasi legendaris ini terpantau dipadati puluhan ribu wisatawan yang memanfaatkan momen mudik untuk berlibur bersama keluarga.

Staf Promosi dan Publikasi Lokawisata Baturraden, Rochmat Priantoro, mengungkapkan bahwa volume pengunjung mulai terasa signifikan sejak H+1 Lebaran hingga H+8 mencapai kisaran 22.000 hingga 23.000 orang.

"Animo masyarakat masih sangat tinggi. Sejak hari kedua Lebaran hingga saat ini, total pengunjung sudah menembus angka 22-23 ribu orang," ujar Rochmat kepada TVRINews.com, Senin, 30 Maret 2026.

Enam Wahana Unggulan Jadi Primadona

Destinasi yang berdiri sejak Mei 1951 ini menawarkan beragam pilihan wisata air dan alam yang menjadi favorit pemudik.

Rochmat mengatakan ada enam wahana unggulan yang menjadi magnet utama tahun ini, yakni Kolam renang keluarga, Pemandian air hangat belerang, Taman air mancur, Sepeda air, Taman Teratai, dan Area rekreasi alam lainnya.

Untuk menikmati seluruh keindahan tersebut, pengunjung hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp25.000 per orang (berlaku bagi pengunjung di atas usia 3 tahun).

"Harga tiket yang terjangkau ini dinilai menjadi salah satu alasan Baturraden tetap menjadi pilihan utama wisata keluarga," ujarnya.

Inovasi dan Tantangan Ekonomi

Meskipun sudah berusia lebih dari tujuh dekade, pengelola Lokawisata Baturraden berkomitmen untuk "menolak tua".

Rochmat menjelaskan bahwa pihaknya konsisten melakukan renovasi setiap tahun demi menjaga kenyamanan pengunjung dan memadukan nilai historis dengan fasilitas modern.

Terkait aspek finansial, Rochmat menyebutkan bahwa selama periode libur lebaran ini, pemasukan harian objek wisata milik pemerintah daerah tersebut menyentuh angka Rp50 juta hingga Rp100 juta per hari. Namun, ia tidak memungkiri adanya dinamika tren kunjungan.

"Secara pendapatan memang cukup besar, namun jika dibandingkan dengan periode Lebaran tahun lalu, tahun ini bisa dibilang mengalami sedikit penurunan tren kunjungan," tambahnya.

Meski demikian, Baturraden tetap menjadi ruang temu yang magis bagi para perantau yang pulang ke kampung halaman. Bagi para pemudik, Baturraden bukan sekadar objek wisata, melainkan tempat di mana kenangan lama dirajut kembali di tengah riuhnya suasana hari raya.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Petaka Baru Ancam Manusia, Peneliti Stanford Ungkap Fakta Ngeri
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Wardatina Mawa Ungkap Alasan Pakai Baju Warna Putih di Sidang Cerai Perdana
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Tottenham Resmi Pecat Igor Tudor, Siapa Pelatih Baru yang Akan Datang?
• 20 jam lalumedcom.id
thumb
IHSG Turun 1,74% di Awal Pekan
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bos Maybank Indonesia (BNII) Bicara Peluang Naik Kelas ke KBMI 4
• 4 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.