Pulang mudik Lebaran, pemilik kios ayam goreng di Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dikejutkan dengan temuan mengerikan. Ia menemukan jasad salah seorang karyawannya yang termutilasi di dalam lemari pendingin (freezer), tempat penyimpanan bahan makanan.
Seusai mudik dari Cilacap, Jawa Tengah, pada Sabtu (28/3/2026), ES hendak kembali menyiapkan kiosnya. Ia mendatangi kiosnya di Serang Baru untuk memeriksa kesiapan stok hingga rencana berjualan kembali.
Salah satu tempat yang menjadi fokusnya adalah lemari pendingin. Di sana, dia menyimpan pasokan ayam dan bumbu lainnya.
Akan tetapi, rencana untuk kembali berjualan tampaknya bakal tertunda lama. Bukan stok dagangan yang ia temukan. Dia justru melihat potongan jenazah manusia. Belakangan, jenazah itu adalah Abdul Hamid (39).
Abdul Hamid adalah satu dari tiga anak buahnya. Dua lainnya adalah SMN dan ANC.
Sehari-hari, Abdul Hamid bertugas sebagai penjaga keamanan. Sementara SMN dan ANC kebagian peran memasak dan melayani pembeli. Selain menjadi tempat bekerja, kios itu juga digunakan sebagai rumah di perantauan bagi ketiganya.
Saat libur Lebaran tahun ini, Abdul memilih tidak pulang kampung. Berasal dari Palembang, Sumatera Selatan, dia mengaku sudah tidak memiliki sanak saudara.
Sementara itu, SMN mengatakan hendak pulang kampung ke Batujaya, Karawang, Jawa Barat. Adapun ANC berencana datang ke tempat pacarnya di Cikarang Selatan, Bekasi.
ES lantas menghubungi dua pekerja lain. Namun, saat itu, panggilan teleponnya tidak terjawab.
Tak ingin menunggu terlalu lama, ES langsung melaporkan kasus ini ke Polsek Serang Baru. Apalagi, uang di kios sebesar Rp 500.000 dan dua sepeda motornya juga hilang. Polisi datang tidak lama kemudian.
Kepala Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Abdul Rahim, Senin (30/3/2026), mengatakan, jenazah ditemukan dalam kondisi terbungkus di freezer penyimpanan daging ayam.
Untuk tujuan penyelidikan, polisi lantas menangkap SMN dan ANC. Namun, pekerjaan mereka belum selesai. Motif pelaku masih digali. Sebagian tubuh korban juga masih hilang. Bersama itu semua, potongan penting dari cerita yang utuh masih belum terkuak sepenuhnya.
Kasus ini menambah panjang daftar kasus mutilasi. Salah satu yang menghebohkan publik terjadi pada 2024. Saat itu, jasad perempuan berinisial SH (40) ditemukan di Muara Baru, Jakarta Utara, pada 29 Oktober 2024.
Pelaku adalah Fauzan Fahmi (43), seorang tukang jagal hewan. Dia tega membunuh SH karena sakit hati. Korban dianggap telah menghina ibu pelaku.
Belajar dari kasus Fauzan Fahmi, bisa saja motif sangat personal melatarbelakangi peristiwa di Serang Baru. Alasannya, ketiganya tinggal dan bekerja di satu tempat yang sama.
Terkait kasus ini, psikolog forensik Reza Indragiri Amriel menilai, kejadian mutilasi biasanya dilakukan untuk menghilangkan barang bukti kejahatan. Namun, seusai memutilasi korban, pelaku kerap kebingungan bagaimana cara menyembunyikan perbuatannya.
Pola ini terlihat di Serang Baru. Diduga hendak menghilangkan barang bukti, jenazah korban justru disimpan begitu saja di lemari pendingin tempat menyimpan daging ayam. Padahal, lemari pendingin adalah tempat vital yang kerap didatangi dalam bisnis kuliner.
Apa pun motif pembunuhan disertai mutilasi di Bekasi, kasus itu harus menjadi perhatian serius. Lebih dari sekadar peristiwa pembunuhan, fenomena relasi berbahaya di lingkungan kerja hingga ulah sebagian warga yang kian nekat mesti diwaspadai agar tidak lantas berujung tragis.





