UNIFIL: Serangan ke Penjaga Perdamaian Dapat Dianggap Kejahatan Perang

detik.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL) menyelidiki serangan yang menewaskan anggota TNI di Lebanon selatan. UNIFIL menyampaikan dukacita terdalam atas insiden itu.

"Kami tidak mengetahui asal proyektil tersebut. Kami telah meluncurkan penyelidikan untuk menentukan semua keadaan," kata UNIFIL dalam pernyataannya di channel Telegram UNIFIL_Lebanon, Senin (30/3/2026).

UNIFIL menyatakan ada ledakan proyektil di markas mereka di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan pada Minggu (29/3). Serangan itu juga menyebabkan 3 orang lain terluka di mana salah satunya mengalami kritis.

"Seorang lainnya mengalami luka kritis. Tidak seorang pun boleh kehilangan nyawanya dalam menjalankan tugas demi perdamaian," katanya.

Baca juga: Pasukan Perdamaian TNI Gugur Akibat Serangan di Lebanon

UNIFIL kembali menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga, teman, dan kolega penjaga perdamaian yang kehilangan nyawanya saat dengan berani menjalankan tugasnya. Doa dan harapan kami juga bersama penjaga perdamaian yang terluka, yang saat ini dirawat di rumah sakit dengan luka serius.

UNIFIL menyerukan kepada semua pihak untuk menjunjung tinggi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional dan untuk memastikan keselamatan dan keamanan personel dan properti PBB setiap saat, termasuk dengan menahan diri dari tindakan yang dapat membahayakan penjaga perdamaian. UNIFIL mendesak pihak Israel dan Hizbullah mengakhiri saling serang.

"Serangan yang disengaja terhadap penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan Resolusi Dewan Keamanan 1701, dan dapat dianggap sebagai kejahatan perang," tegas UNIFIL.

"Terlalu banyak nyawa telah melayang di kedua sisi Garis Biru dalam konflik ini. Tidak ada solusi militer. Kekerasan harus diakhiri," imbuhnya.

Baca juga: RI Kutuk Keras Serangan Israel Tewaskan Pasukan Perdamaian TNI di Lebanon




(jbr/dhn)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
[FULL] 2 Pekan Perang Iran vs AS-Israel, Tak Jadi Perang Dunia Ke-3? Begini Kata Pengamat Militer
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Kesaksian Warga soal Penemuan Mayat dalam Freezer di Bekasi: Masih Terlihat Saat Malam Takbiran
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Bengkak 746%, Rugi Mayapada Hospital (SRAJ) Tembus Rp199 Miliar di 2025
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Jakarta dan Bali Jadi Favorit Kunjungan lewat Bandara Juanda
• 2 jam lalukompas.id
thumb
Dilema APBD dan Pertaruhan Nasib 9.000 Pengabdi NTT
• 21 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.