MakhaChkala: Hujan deras yang memicu banjir bandang di wilayah Dagestan, Rusia selatan, telah menyebabkan lebih dari 372.000 warga kehilangan akses listrik.
Otoritas di ibu kota regional Makhachkala kemudian menetapkan status keadaan darurat sejak Sabtu lalu, dengan layanan ambulans dan pemadam kebakaran disiagakan.
Kementerian Situasi Darurat setempat melaporkan pemadaman listrik total berdampak pada 372.183 warga di 283 permukiman.
“Layanan darurat telah ditempatkan pada siaga tinggi. Upaya penanganan dampak sedang berjalan dan bantuan akan segera disalurkan kepada warga terdampak,” demikian pernyataan administrasi Kota Makhachkala melalui Telegram yang dikutip Anadolu Agency, Senin, 30 Maret 2026.
Kepala wilayah Dagestan, Sergei Melikov, menyebut kondisi cuaca melampaui prediksi terburuk. Selain banjir, angin kencang menyebabkan banyak pohon tumbang yang merusak jaringan listrik dan menghambat mobilitas.
Kerusakan infrastruktur juga dilaporkan terjadi di kota Khasavyurt. Dua bentang jembatan di jalur Khasavyurt–Kadiyurt pada jaringan Kereta Api Kaukasus Utara runtuh akibat tergerus arus banjir, sehingga melumpuhkan akses logistik kereta di wilayah tersebut.
Pemerintah kota mulai mendistribusikan air bersih kepada warga pada Minggu setelah sistem sanitasi terganggu.
Wakil Wali Kota Pertama Makhachkala, Gadzhimurad Murtuzaliev, memastikan warga yang mengungsi akan mendapatkan kebutuhan dasar yang memadai.
“Warga yang kehilangan tempat tinggal akan diberikan seluruh kebutuhan untuk menciptakan kondisi hidup yang layak di pengungsian,” ujarnya.
Hingga kini, prakiraan cuaca menunjukkan hujan lebat masih akan berlanjut di wilayah Dagestan hingga akhir pekan. Otoritas mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan tanah longsor. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: Banjir Melanda Rusia, 1.500 Warga Dievakuasi




