Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkapkan sejak awal penanganan bencana di Sumatera, dirinya mendapat penugasan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk turun ke lapangan secara intensif.
Hal itu menjadi salah satu alasan ketidakhadirannya dalam beberapa rapat di Komisi II DPR.
“Saat itu saya sudah hampir mungkin dalam satu minggu bisa 3-4 hari keliling Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, sampai ditunjuk menjadi Kasatgas,” ungkap Tito di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/3).
Tito menjelaskan, penugasan itu sudah berlangsung bahkan sebelum dirinya resmi ditunjuk sebagai Kasatgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Sumatera.
“Dari awal 29 November, saya sudah diperintah oleh Pak Presiden untuk turun ke lapangan di daerah bencana yang sangat luas di tiga provinsi,” ungkapnya.
Menurut Tito, kondisi geografis wilayah yang ditinjau juga menjadi tantangan tersendiri. Ia bahkan mengaku menerima undangan rapat saat masih berada di lapangan.
“Dan sehingga saya menerima undangan melalui WA dari staff saya menyampaikan dua hari sebelum acara dimulai. Saya terima hari Sabtu untuk hari Senin, padahal saat itu saya lagi di tengah hutan,” tutur Tito.
“Kalau nggak bisa diundur, saya mohon izin, saya nggak bisa hadir karena waktunya sangat pendek dan kalau acara Presiden otomatis yang spesifik hanya beberapa menteri, ya, saya otomatis hadir,” sambungnya.
Eks Kapolri ini menegaskan, ketidakhadirannya bukan karena mengabaikan Komisi II DPR. Ia menyampaikan permohonan maaf atas hal tersebut.
“Khusus yang tidak berkenan yang mungkin ada, berhubungan saya lima kali memang pernah tidak hadir, sama sekali tidak bermaksud untuk tidak menghormati, tidak menghargai Komisi II DPR ini,” kata Tito.
Ia menambahkan, selama ini dirinya tetap berupaya menghadiri rapat-rapat bersama Komisi II, termasuk dengan menugaskan wakil menteri jika berhalangan hadir.
“Dan kemudian setiap rapat tersebut, hampir semuanya saya minta tiga wamen untuk hadir. Jadi, bukan berarti tidak menghargai, tidak menghormati, apalagi untuk menghindar, tidak. Saya selalu hadir di acara-acara Komisi II selama ini,” ucapnya.
Selain itu, Tito meminta agar undangan rapat dapat disampaikan lebih awal agar pihaknya dapat mengatur jadwal dengan lebih baik.
“Kemudian saya mengajukan permohonan kepada Bapak, Ibu pimpinan Komisi supaya tolonglah kalau bisa undangan yang diberikan pada kami, kalau pun belum ditandatangani oleh pimpinan DPR RI, tapi begitu ada rencana, disampaikan secara informal kepada kami,” ujar Tito.
“Supaya kami bisa mengatur jadwal waktu pada acara itu sehingga yang lain kami sudah semuanya di Jakarta,” tutupnya.
Ketua Komisi II DPR Rifqinizamy Karsayuda menyampaikan apresiasi atas kehadiran Tito dalam rapat tersebut, setelah sebelumnya beberapa kali absen dalam agenda Komisi II.
“Selanjutnya, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya, serta rasa kangen yang seberat-beratnya. Terutama kepada bapak Mendagri yang hari ini dapat hadir di Komisi II DPR RI,” tutur Rifqi.
“Saat ini pukul 10 lebih 40 menit. Tadi saya ditanya kok kenapa hari ini telat, saya bilang nggak apa-apa mengkompensasi Pak Tito kemarin yang nggak hadir 5 kali, kita kasih telat sedikit 30 menit,” lanjutnya berkelakar.





