Bisnis.com, JAKARTA — Emiten batu bara kongsi Grup Bakrie dan Salim PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) membukukan peningkatan pendapatan dan laba bersih sepanjang tahun 2025. Laba bersih BUMI naik menjadi US$81 juta atau setara Rp1,35 triliun (kurs Jisdor BI Rp16.720 per dolar AS 31 Desember 2025).
Dalam laporan keuangan 2025, BUMI mencatatkan pendapatan sebesar US$1,42 miliar, naik 4,8% dibandingkan tahun 2024 yang sebesar US$1,35 miliar.
BUMI juga diketahui mencatatkan beban pokok penjualan yang turun menjadi US$1,17 miliar sepanjang tahun 2025. Beban pokok pendapatan ini turun 1,2% secara tahunan dari US$1,19 miliar pada 2024.
Alhasil, BUMI mencetak laba bruto sebesar US$249,1 juta pada 2025. Laba bruto ini naik secara tahunan dari US$169,3 juta pada 2024, atau meningkat 47,1%.
BUMI membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar US$81 juta atau setara Rp1,35 triliun sepanjang tahun 2025. Laba bersih ini naik 20,1% secara tahunan dari US$67,5 juta.
Adapun sampai akhir 2025, BUMI mencatatkan produksi batu bara sebesar 74,8 juta ton, naik 0,2% dibandingkan tahun 2024. Penjualan batu bara BUMI mencapai 74,6 juta ton, turun 2% secara tahunan, dengan harga rata-rata FOB sebesar US$59,7 per ton.
Adapun untuk tahun 2026 ini, BUMI menyampaikan panduan kinerja dengan volume penjualan mencapai 76-78 juta ton, dengan harga rata-rata yang diproyeksikan sebesar US$60-US$62 per ton. Biaya tunai produksi sebesar US$43-US$44 per ton.
“Bumi Resources tetap berkomitmen untuk menjaga efisiensi operasional, memperkuat ketahanan rantai pasok, dan mendukung strategi diversifikasi guna memperkuat portofolio usaha jangka panjang,” ucap manajemen BUMI.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





