Pemerintah melalui Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Irfan Yusuf atau Gus Irfan telah mengumumkan bahwa kloter pertama jemaah haji 1447 Hijriah atau tahun 2026 dijadwalkan berangkat pada tanggal 22 April 2026. Tanggal tersebut jatuh pada hari Rabu dan bertepatan dengan 5 Zulkaidah 1447 H.
"Pemberangkatan kloter pertama jemaah haji Indonesia direncanakan akan dimulai pada 22 April 2026," ujar Gus Irfan dalam kegiatan manasik haji Kota Blitar yang digelar di Masjid Ar Rahman, Kota Blitar, Jawa Timur, dikutip dari siaran pers, Jumat, 27 Maret 2026.
Dalam kesempatan yang sama Gus Irfan juga mengungkapkan jika pihaknya telah melaksanakan persiapan yang sudah mencapai hampir 100 persen yang meliputi aspek transportasi dan konsumsi. "Akomodasi di Mekkah dan Madinah, layanan konsumsi, transportasi, hingga perlengkapan jemaah telah dipersiapkan," ucapnya.
Sementara itu Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI Dahnil Anzar Simanjuntak memastikan ersiapan penyelenggaraan Haji 2026 tetap berjalan lancar ditengah eskalasi konflik di Timur Tengah.
Dahlil mengklaim jika Kementerian Haji juga menyiapkan berbagai skenario mitigasiberdampak terhadap keselamatan jemaah, tahap keberangkatan jemaah akan melibatkan lebih dari 500 kelompok terbang dari seluruh Indonesia.
Setiap kloter rata-rata diisi 350 hingga 400 jemaah. Pemerintah, kata dia, terus mematangkan koordinasi teknis untuk memastikan proses pemberangkatan berjalan lancar sejak kloter perdana hingga seluruh jemaah tiba di Tanah Suci.
Rincian Waktu dan Tempat Keberangkatan Jamaah Haji 2026Jadwal keberangkatan jemaah haji kloter pertama adalah sebagai berikut:
-
21 April 2026/4 Zulkaidah 1447 H: Jemaah haji masuk asrama haji
-
22 April 2026/5 Zulkaidah 1447 H: Awal pemberangkatan jemaah haji gelombang I dari Tanah Air ke Madinah
-
1 Mei 2026/14 Zulkaidah 1447 H: Awal pemberangkatan jemaah haji gelombang I dari Madinah ke Makkah
-
6 Mei 2026/19 Zulkaidah 1447 H: Akhir pemberangkatan jemaah haji gelombang I dari Tanah Air ke Madinah
-
7 Mei 2026/20 Zulkaidah 1447 H: Awal pemberangkatan jemaah haji gelombang II dari Tanah Air ke Jeddah
-
15 Mei 2026/28 Zulkaidah 1447 H: Akhir pemberangkatan jemaah haji gelombang I dari Madinah ke Makkah
-
21 Mei 2026/4 Zulhijah 1447 H: Akhir pemberangkatan jemaah haji gelombang II dari Tanah Air ke Jeddah
-
21 Mei 2024/4 Zulhijah 1447 H: Closing date KAAIA Jeddah (pukul 24.00 WAS)
-
25 Mei 2026/8 Zulhijah 1447 H: Pemberangkatan jemaah haji dari Makkah ke Arafah
-
26 Mei 2026/9 Zulhijah 1447 H: Wukuf di Arafah
-
27 Mei 2026/10 Zulhijah 1447 H: Idul Adha 1447 H
-
28 Mei 2026/11 Zulhijah 1447 H: Hari Tasyrik I
-
29 Mei 2026/12 Zulhijah 1447 H: Hari Tasyrik II (Nafar Awal)
-
30 Mei 2026/13 Zulhijah 1447 H: Hari Tasyrik III (Nafar Tsani)
-
1 Juni 2026/15 Zulhijah 1447 H: Awal pemulangan jemaah haji gelombang I dari Makkah melalui Bandara Jeddah ke Tanah Air
-
1 Juni 2026/15 Zulhijah 1447 H: Awal kedatangan jemaah haji gelombang I di Tanah Air
-
7 Juni 2026/21 Zulhijah 1447 H: Awal pemberangkatan jemaah haji gelombang II dari Makkah ke Madinah
-
15 Juni 2026/29 Zulhijah 1447 H: Akhir pemulangan jemaah haji gelombang I dari Jeddah ke Tanah Air
-
16 Juni 2026/1 Muharam 1448 H: Tahun Baru Hijriah 1448 H
-
16 Juni 2026/1 Muharam 1448 H: Awal pemulangan jemaah haji gelombang II dari Madinah ke Tanah Air
-
16 Juni 2026/1 Muharam 1448 H: Awal kedatangan jemaah haji gelombang II di Tanah Air
-
21 Juni 2026/6 Muharam 1448 H: Akhir pemberangkatan jemaah haji gelombang II dari Makkah ke Madinah
-
30 Juni 2026/15 Muharam 1448 H: Akhir pemulangan jemaah haji gelombang II dari Madinah ke Tanah Air
-
1 Juli 2026/16 Muharam 1448 H: Akhir kedatangan jemaah haji gelombang II di Tanah Air
Pada tahun 2026, total jemaah yang akan diberangkatkan mencapai 204.362 orang. Jemaah akan diberangkatkan melalui 525 kloter, yang terdiri dari berbagai daerah di Indonesia. Pembagian kloter ini dirancang agar distribusi jemaah merata dan pelayanan dapat diberikan secara optimal.
Jemaah haji tahun 2026 akan ditempatkan dalam berbagai kloter berdasarkan embarkasi masing-masing. Misalnya, Garuda Indonesia akan memberangkatkan 277 kloter, sedangkan Saudia Arabian Airlines akan mengoperasikan 248 kloter. Setiap kloter berisi jemaah dari daerah yang berbeda, mencakup seluruh wilayah Indonesia.
Dua maskapai yang akan digunakan untuk penerbangan jemaah haji tahun 2026 adalah Garuda Indonesia dan Saudia Arabian Airlines. Pesawat yang digunakan untuk penerbangan haji berkapasitas besar dan dilengkapi dengan fasilitas yang nyaman untuk mendukung kenyamanan perjalanan jemaah. Maskapai ini juga memastikan bahwa penerbangan berlangsung dengan aman dan sesuai jadwal.
Dengan adanya informasi ini, calon jemaah haji diharapkan dapat mempersiapkan diri dengan baik sebelum keberangkatan mereka menuju Tanah Suci. Kesiapan dan pelaksanaan ibadah haji yang tepat sangat penting agar semua jemaah dapat menjalani pengalaman spiritual ini dengan lancar dan penuh berkah.
Baca Juga:PP Tunas Resmi Berlaku, Pemerintah Siap Tindak Platform yang Melanggar





