Seorang pria diduga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, membacok 6 orang dengan sebilah parang. Satu orang tewas akibat peristiwa ini.
Kapolsek Kradenan, AKP Edy Sutarjo, mengatakan pembacokan ini terjadi pada Minggu (29/3) sore. Pelaku, Supriyanto (32), pertama kali melakukan kekerasan kepada ibu kandungnya saat ia mencari ponsel di rumah.
“Saat itu ibu pelaku bernama Suwarti dicekik lehernya hingga tidak sadarkan diri,” ujar Edy kepada wartawan, Senin (30/3).
Pelaku lalu pergi ke warung milik tetangganya bernama Gunawan (35) dengan menaiki motor. Ia membeli bensin dengan cara berutang.
“Pada saat pelaku membuka jok Vario tersebut, saksi melihat di dalam jok terdapat parang dan saksi bilang ‘Kang, pok, pe ngarit? (mas apa mau mencari rumput?)’. Pelaku menjawab ‘Iyo (iya)’, kemudian terlapor pergi ke arah barat,” jelas dia.
Oleh tetangganya yang lain, Gunawan diminta untuk mendatangi rumah pelaku. Sebab, sudah beberapa hari ini pelaku tampak linglung.
“Bu Giyem memanggil saksi (lalu berkata), ‘Mas Gun, jajal cek Mbah Titik, wonge neng mah tulong delok (orangnya di rumah tolong dilihat), soale si Supriyanto telung dino koyok wong linglung (soalnya si Supriyanto tiga hari seperti orang linglung)’,” jelas dia.
Gunawan ditemani satu orang lain lalu mendatangi rumah tersebut. Namun, tiba-tiba pelaku datang ke rumah.
“Kemudian datang pelaku yang saat itu menyetandarkan motornya lalu membuka jok dan mengambil parang. Setelah itu pelaku tanpa bicara, parang tersebut diayun-ayunkan ke atas mengarahkan ke saksi, tapi saksi berhasil menghindar,” imbuh dia.
Pelaku yang kalap lalu mendekati tetangganya, Markini (63), yang sedang menggendong cucunya yang masih berusia 3 tahun. Ia lalu membacok Markini di depan rumahnya.
“Membacok ke arah korban hingga mengenai telinga sebelah kiri. Saat itu, cucu Markini yang masih berusia tiga tahun turun dan lari ketakutan. Kemudian pelaku mendekati Markini lagi, lalu mengayunkan parang yang dipegang ke Markini dan mengenai tangan kanan dan kiri,” ungkap Edy.
Supriyanto lalu membacok 5 orang lainnya, termasuk ayah kandungnya sendiri. Mereka langsung dilarikan ke rumah sakit.
“Korban atas nama Markini (63), Nyami (65), Abu (80), Darsih (62), Karni (80), dan ayah kandung pelaku (bernama) Suroto (65),” ungkap Edy.
Namun, pada Senin (30/3) pagi hari ini, korban bernama Abu meninggal dunia setelah mendapat perawatan di rumah sakit.
“Atas nama Mbah Abu, perempuan, (meninggal dunia) tadi pagi jam 06.15 WIB. Korban terkena bacokan pada kepala bagian belakang, dekat telinga. (Terakhir dirawat di) RSU,” tegas Edy.
Saat ini pelaku sudah diamankan di Mapolsek Kradenan untuk penyelidikan lebih lanjut.
“Untuk pelaku sudah kami amankan,” kata Edy.





