Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Nilai tukar rupiah membuka perdagangan awal pekan ini dengan tren negatif, Senin, 30 Maret 2026. Mata uang Garuda terpantau melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global dan penguatan indeks dolar.
Berdasarkan data Refinitiv, rupiah mengawali perdagangan di level Rp16.970/US atau melemah 0,06 pada Jumat, 27 Maret 2026.
Penguatan dolar AS menjadi faktor utama penekan rupiah. Indeks dolar AS (DXY) terpantau menguat tipis 0,04% ke level 100,194 pada pukul 09.00 WIB. Kembalinya DXY ke level psikologis 100 menunjukkan bahwa investor global kembali memburu greenback sebagai aset aman (safe haven).
Sentimen Konflik Teluk dan Harga Minyak
Analis menilai pergerakan rupiah saat ini sangat dipengaruhi oleh sentimen eksternal, terutama konflik di kawasan Teluk yang kian memanas.
Kekhawatiran pasar meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan kemungkinan pengambilalihan Kharg Island di Teluk Persia, yang merupakan jalur vital ekspor minyak Iran.
Meski Trump juga memberi sinyal terbukanya peluang gencatan senjata, ketidakpastian ini telah memicu lonjakan harga minyak dunia. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran baru akan inflasi global dan potensi perlambatan ekonomi.
Akibatnya, muncul ekspektasi bahwa bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama (higher for longer).
Kurs Referensi Bank Indonesia (BI)
Melansir data terbaru dari laman resmi bi.go.id, berikut adalah rincian nilai tukar rupiah terhadap sejumlah mata uang asing (Kurs Jual & Kurs Beli):
* Dolar Amerika Serikat (USD): Jual Rp17.041,78 | Beli Rp16.872,22
* Euro (EUR): Jual Rp19.633,83 | Beli Rp19.431,74
* Poundsterling Inggris (GBP): Jual Rp22.691,13 | Beli Rp22.458,61
* Dolar Singapura (SGD): Jual Rp13.246,62 | Beli Rp13.106,67
* Yuan China (CNY): Jual Rp2.465,68 | Beli Rp2.440,76
* Yen Jepang (JPY per 100): Jual Rp10.655,11 | Beli Rp10.548,43
* Dolar Hong Kong (HKD): Jual Rp2.176,28 | Beli Rp2.154,60
* Baht Thailand (THB): Jual Rp518,14 | Beli Rp512,06
Dengan kondisi ketidakpastian global yang masih tinggi dan dolar AS yang terus menguat, ruang penguatan bagi rupiah diperkirakan akan tetap terbatas sepanjang perdagangan hari ini.
Para pelaku pasar dihimbau untuk terus mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah dan data ekonomi AS terbaru.
Editor: Redaksi TVRINews





