Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, menegaskan bahwa industri gim menjadi salah satu subsektor strategis dalam pengembangan ekonomi kreatif nasional.
Ia menyebut, Indonesia memiliki potensi besar tidak hanya sebagai pasar, tetapi juga sebagai sumber talenta kreatif yang mampu bersaing di tingkat global.
"Gamers Indonesia itu salah satu yang paling besar, nomor dua di seluruh dunia setelah China. Jadi kalau kita bukan hanya bermain game, tetapi juga bisa mengembangkan digital assets untuk konten, Indonesia akan semakin diperhitungkan di peta global," ujar Irene, dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Senin, 30 Maret 2026.
Menurut Irene, Kementerian Ekraf terus mendorong kolaborasi antara platform gim global dengan pelaku kreatif lokal. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat ekosistem industri sekaligus membuka peluang bagi talenta dalam negeri.
Ia menjelaskan, di balik sebuah gim besar terdapat rantai nilai industri yang panjang, mulai dari programmer, game artist, komposer musik, penulis cerita, animator, hingga manajer komunitas.
Salah satu contoh ekosistem yang berkembang pesat di Indonesia adalah PUBG MOBILE. Melalui gim tersebut, lahir atlet-atlet esports berkelas dunia serta komunitas yang terus tumbuh.
"Esports adalah profesi yang sah dan masa depan yang nyata. Kami ingin membangun ekosistem yang tidak hanya melahirkan pro player, tapi juga talenta di balik layar seperti pelatih, analis, broadcaster, hingga event organizer," jelasnya.
Lebih lanjut, Irene menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk mendorong Indonesia naik kelas dari sekadar konsumen gim menjadi kreator gim global. Upaya ini dilakukan dengan membuka lebih banyak peluang, kolaborasi, serta dukungan terhadap seluruh rantai profesi di industri gim.
Editor: Redaksi TVRINews





