Aktivitas arus balik Lebaran di lintasan Ketapang-Gilimanuk mulai menunjukkan peningkatan signifikan sejak akhir pekan. Pergerakan kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang tampak semakin padat, menciptakan antrean yang cukup panjang, namun tetap terkelola dengan baik.
Di tengah lonjakan mobilitas tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menegaskan bahwa operasional penyeberangan berjalan dengan lancar. Berbagai langkah antisipatif telah disiapkan, guna menjaga kelancaran arus kendaraan dan kenyamanan penumpang.
Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano, menyampaikan bahwa kesiapan telah dirancang jauh hari sebelum puncak arus balik terjadi.
"Lonjakan arus balik adalah momentum yang sudah kami perhitungkan. Fokus kami adalah memastikan setiap pengguna jasa tetap mendapatkan layanan yang aman dan nyaman," ujar Yossianis, seperti dikutip dari keterangan resminya.
Peningkatan volume kendaraan mulai terlihat sejak beberapa hari setelah Lebaran, dengan puncak pergerakan harian yang menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat untuk kembali ke Bali. Hal ini juga tercermin dari tingginya angka reservasi tiket yang terus bertambah melalui sistem digital yang digunakan.
Meski sebagian besar pemudik telah kembali, arus kendaraan diperkirakan masih akan terus mengalir dalam beberapa hari ke depan. Situasi ini menuntut pengguna jasa untuk lebih bijak dalam mengatur waktu perjalanan, agar terhindar dari kepadatan.
Dalam periode terbaru, ribuan penumpang dan berbagai jenis kendaraan telah berhasil diseberangkan dengan tertib. Secara kumulatif, lebih dari separuh total pemudik telah kembali ke Bali, menunjukkan bahwa fase arus balik masih berlangsung namun mulai terurai secara bertahap.
Di lapangan, suasana pelabuhan dipenuhi berbagai aktivitas khas arus balik. Kendaraan keluarga, bus penumpang, hingga truk logistik terlihat bergantian memasuki area pelabuhan. Meski ramai, arus kendaraan tetap bergerak berkat pengaturan yang disiplin.
ASDP menerapkan kebijakan prioritas untuk kendaraan penumpang, seperti sepeda motor, mobil pribadi, dan bus, guna mempercepat perjalanan masyarakat. Sementara itu, kendaraan logistik diatur secara fleksibel mengikuti kondisi di lapangan.
General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, menjelaskan bahwa strategi buffer zone menjadi salah satu kunci pengurai kepadatan.
"Kami menempatkan kendaraan logistik di area penyangga saat kondisi padat. Ketika situasi mulai terkendali, kendaraan tersebut akan kami layani kembali secara bertahap," jelas Arief.
Puluhan kapal dioperasikan secara optimal untuk mendukung kelancaran penyeberangan. Pola operasional yang terstruktur, serta pemanfaatan area penyangga turut membantu menjaga ritme pergerakan tetap stabil, meskipun tingkat keterisian pelabuhan cukup tinggi.
Selain menjaga kelancaran, aspek keselamatan juga menjadi perhatian utama. ASDP mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik, termasuk memastikan kondisi fisik dan kelengkapan kebutuhan selama perjalanan.
"Perjalanan yang aman dimulai dari persiapan yang matang. Kami mengajak seluruh pengguna jasa untuk memanfaatkan sistem reservasi tiket dan mengikuti arahan petugas di lapangan," pungkas Yossianis.





