Kementerian PU Bangun 456 Huntara untuk Korban Bencana Tegal

idxchannel.com
6 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membangun hunian sementara (huntara) untuk memfasilitasi 456 kepala keluarga korban bencana di Tegal, Jawa Tengah.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membangun hunian sementara untuk memfasilitasi 456 kepala keluarga korban bencana di Tegal, Jawa Tengah. (Foto: Dok. PU)

IDXChannel - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membangun hunian sementara (huntara) berspesifikasi standar layak huni untuk memfasilitasi 456 kepala keluarga korban bencana tanah bergerak di Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah.

Menteri PU, Dody menegaskan, percepatan infrastruktur kedaruratan ini rampung sebelum Idulfitri 2026. Langkah ini dilakukan agar masyarakat terdampak segera mendapatkan akses tempat tinggal darurat yang aman dan terhindar dari risiko pergerakan tanah susulan. 

Baca Juga:
BNPB Pastikan Penanganan Pascabencana di Kabupaten Tegal Berjalan Optimal

Kompleks huntara tersebut dikembangkan dengan total kapasitas 38 blok, di mana masing-masing blok terdiri dari 12 unit hunian. Seluruh unit dirancang terintegrasi dengan utilitas dasar dan infrastruktur penunjang kehidupan sosial kemasyarakatan guna menjamin kelayakan hidup para pengungsi.

"Fasilitas yang disiagakan di kawasan tersebut mencakup jaringan listrik dari PLN, instalasi air bersih, masjid sebagai pusat ibadah, balai pertemuan warga, pos kesehatan, serta lapangan sepak bola mini (mini soccer) untuk ruang interaksi publik," kata Dody melalui keterangan resmi, Senin (30/3/2026).

Baca Juga:
Taman Nasional Gunung Gede hingga Wisata Alam Guci Tegal Tutup 19-22 Maret

Dalam tahap pelaksanaannya, Kementerian PU menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah dan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah. Sinergi lintas instansi ini berfokus pada kajian teknis kebencanaan untuk memastikan titik lokasi pembangunan memenuhi kriteria keamanan geologis.

Mengingat tingginya kerentanan wilayah terdampak, pemerintah daerah dan otoritas teknis juga tengah menyurvei sejumlah lahan alternatif dengan struktur tanah yang lebih stabil. Pemetaan ini disiapkan untuk mengakomodasi potensi penambahan huntara sekaligus mematangkan rencana relokasi permukiman permanen di masa mendatang.

Kementerian PU menggarisbawahi bahwa strategi penanganan pascabencana di Kabupaten Tegal tidak hanya berorientasi pada penyediaan fisik, melainkan menjadi langkah awal penataan kawasan permukiman yang aman dan berkelanjutan bagi keselamatan masyarakat jangka panjang.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
3 Prajurit TNI Terluka Akibat Serangan di Lebanon: Satu Luka Berat, Dua Luka Ringan
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Suasana Rumah Duka Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Keluarga Bersiap Sambut Jenazah
• 2 jam lalurctiplus.com
thumb
Prediksi Peringkat FIFA Timnas Indonesia jika Mampu Mengalahkan Bulgaria Malam Nanti
• 1 jam lalubola.com
thumb
Mabuk, Pemuda Kepruk Teman Sendiri Pakai Besi hingga Tewas
• 10 jam lalurealita.co
thumb
Bung Karno Menyamar sebagai Orang Biasa di Pasar Senen hingga Menyatu dengan Rakyat Jelata
• 15 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.