Ini Tiga Asuransi Paling Terdampak El Niño Godzilla

bisnis.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Industri asuransi umum berpotensi menghadapi peningkatan risiko seiring munculnya fenomena iklim El Niño ekstrem atau dijuluki ‘El Niño Godzilla’ yang diperkirakan memicu cuaca ekstrem di berbagai wilayah.

Ketua Umum Komunitas Penulis Asuransi Indonesia (Kupasi) Azuarini Diah Parwati menilai akan ada tiga produk asuransi yang paling terdampak yakni properti, pertanian, dan business interruption.

“Tiga lini usaha ini memiliki sensitivitas tinggi terhadap perubahan kondisi cuaca ekstrem dan potensi gangguan operasional,” ujar Azuarini, Senin (30/3/2026).

Oleh karena itu, Azuarini berpandangan bahwa El Niño Gozilla ini berpotensi menjadi ‘wake-up call’ bagi industri asuransi umum, mengingat risikonya bisa meningkat dengan cepat dan tidak semua pelaku siap dari sisi underwriting atau kapasitas penyerapan klaim.

“Jadi, disiplin underwriting dan kecukupan reasuransi akan benar-benar diuji dalam periode ini,” tegas Azuarini.

Lebih lanjut, Azuarini mengatakan risiko yang berpotensi meningkat pada masa El Nino Godzilla adalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kebakaran properti, gangguan bisnis, dan disrupsi rantai pasok akan naik signifikan dengan efek berantai ke berbagai sektor ekonomi.

Baca Juga

  • Mengenal Fenomena El Nino Godzilla, Apa Dampaknya ke RI?
  • Jurus RI Antisipasi Krisis Pangan di Tengah Ancaman El Nino Godzilla

Lebih jauh, dia turut memandang bahwa El Niño Godzilla berdampak dalam mempercepat pergeseran ke risk-based pricing dan mendorong produk yang lebih adaptif seperti asuransi parametrik. 

“Kemudian, penyesuaian tarif di lini properti dan agrikultur hampir tidak terhindarkan,” pungkasnya. 

Diberitakan sebelumnya, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memproyeksikan pada periode April hingga Juli 2026 Indonesia akan didominasi kemarau kering di sebagian besar wilayah Jawa hingga Nusa Tenggara Timur. 

Sementara itu, wilayah seperti Sulawesi, Halmahera, dan Maluku diperkirakan masih akan menerima curah hujan relatif tinggi.

Peneliti Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Erma Yulihastin menekankan pentingnya langkah mitigasi yang komprehensif. Pemerintah perlu mengantisipasi risiko kekeringan yang dapat mengganggu ketahanan pangan nasional, sekaligus menyiapkan strategi penanganan bencana hidrometeorologi di wilayah dengan curah hujan tinggi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bung Karno Menyamar sebagai Orang Biasa di Pasar Senen hingga Menyatu dengan Rakyat Jelata
• 13 jam laluokezone.com
thumb
Presiden Prabowo Disambut Hangat Diaspora Tokyo
• 20 jam lalutvrinews.com
thumb
Kemhan Benarkan Satu Anggota TNI Gugur dan 3 Personel Luka Akibat Serangan Artileri dari Israel
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Daftar 9 Jenderal Purnawirawan 3 Matra yang Gugat Polda Metro soal Kasus Ijazah Jokowi
• 17 jam lalurctiplus.com
thumb
Daniel Sturridge Hadir di Jakarta dan Sapa Para Penggemar, jadi Karakter Spesial di Gim Sepak Bola
• 10 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.