Penulis: Intan Kw
TVRINews, Jakarta
Anggota Komisi XII DPR RI, Eddy Soeparno, menyebut Indonesia hanya mengimpor sekitar 20 persen minyak mentah (crude oil) dari kawasan Timur Tengah dari total impor nasional.
Menurut Eddy, kondisi tersebut membuat Indonesia relatif tidak terlalu terdampak langsung oleh gejolak yang terjadi di kawasan tersebut.
(Foto: ilustrasi/ANTARA)
"Kita tahu bahwa Indonesia kebutuhan fosilnya, terutama untuk minyak mentah dan gas, cukup tinggi. Tetapi, kita hanya mengambil 20 persen dari kawasan Timur Tengah tersebut. Sehingga kita lumayan terisolir dari gejolak yang sangat masif," kata Eddy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 30 Maret 2026.
Meski demikian, ia menegaskan pemerintah tetap perlu mengantisipasi potensi kekurangan pasokan, terutama jika distribusi dari Timur Tengah terganggu. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan mencari sumber impor dari negara lain.
"Tetapi, untuk menutup kekurangan 20 persen yang diambil saatnya tidak bisa keluar dari Timur Tengah, tentu kita harus mengambil dari tempat lain," ucapnya.
Eddy yang juga merupakan Wakil Ketua MPR RI ini mengingatkan bahwa dalam situasi krisis energi global, persaingan antarnegara untuk mendapatkan pasokan bahan bakar minyak (BBM) akan semakin ketat.
"Dan jangan lupa, pada saat ini di mana seluruh negara-negara mengalami krisis yang besar terhadap BBM-nya, akan berebut untuk mencari sumber-sumber BBM, migas, dari negara-negara yang juga sekarang menjadi supplier atau pemasok untuk BBM Indonesia," ucapnya.
Ia menyebut sejumlah negara yang saat ini menjadi pemasok minyak bagi Indonesia antara lain Nigeria, Aljazair, Brasil, Australia, hingga Amerika Serikat.
"Negara-negara yang saat ini menjadi pemasok Indonesia seperti Nigeria, Algeria, Brazil, Australia, itu mau ditingkatkan porsinya termasuk juga dari Amerika Serikat," ujarnya.
Eddy menambahkan, kerja sama perdagangan dengan Amerika Serikat menjadi salah satu peluang untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
"Apalagi kan kita sudah menandatangani perjanjian resiprokal perdagangan dengan Amerika Serikat diantaranya adalah untuk kita melakukan import dari BBM dari Amerika Serikat," tuturnya.
Editor: Redaksi TVRINews





