Wamensos Tekankan Aspek Penting soal Usulan Calon Gelar Pahlawan Nasional HB II

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono mengatakan proses pengusulan calon gelar pahlawan nasional harus memenuhi sejumlah syarat. Salah satunya, yakni jasa yang dilakukan sang tokoh untuk bangsa dan negara.

Pernyataan ini disampaikan Agus Jabo sampaikan saat menghadiri Seminar Nasional Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional Sri Sultan Hamengkubuwono II yang dilaksanakan secara hybrid di Menara 165, Jakarta Selatan, Senin (30/3/2026). Kegiatan ini digelar oleh Yayasan Vasatii Socaning Lokika.

"Sesuai dengan undang-undang, sesuai dengan peraturan pemerintah, sesuai dengan peraturan Menteri Sosial sebagai fasilitator, itu ada prasyarat yang harus dilengkapi," kata Agus Jabo.

Dia menyederhanakan prasyarat tersebut menjadi tiga aspek. Yang pertama adalah jasa. Jasa dari tokoh yang diusulkan, sebagaimana termaktub dalam undang-undang.

Agus Jabo menjelaskan, seorang tokoh dapat diusulkan sebagai pahlawan nasional tidak hanya berkaitan dengan perjuangannya pada periode melawan kolonialisme. Tetapi juga pascakemerdekaan. Dia mencontohkan, aktivis buruh, Marsinah yang telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada 2025 lalu.

"Marsinah sebagaimana kita ketahui, beliau bukan sebagai pejuang pada masa kolonial, tetapi beliau adalah pejuang buruh pada masa Orde Baru. Kontribusi yang besar yang diberikan oleh Marsinah adalah bagaimana kemudian para buruh ini bisa memiliki dan difasilitasi hak-haknya. Mulai dari berserikat, kebebasan mereka untuk hak-haknya segala macam, itu juga termasuk bentuk kontribusi terhadap perjalanan bangsa dan negara," jelasnya.

Selain jasa, Agus Jabo menyebut, syarat kedua yang harus dipenuhi adalah kelengkapan administrasi. Mulai dari naskah akademik, catatan sejarah perjuangan, hingga nama tokoh yang diusulkan sebagai pahlawan nasional dijadikan sebagai nama jalan maupun gedung.

"Perjuangan dari Raden Mas Sundoro ataupun Sultan Hamengkubuwono II ini juga harus ada dokumentasinya. Baik dalam bentuk buku, naskah, film dokumenter, itu harus menjadi satu persyaratan administrasi yang harus dilengkapi pada waktu Raden Mas Sundoro ini nanti diusulkan kepada pemerintah untuk menjadi calon pahlawan nasional," ungkap Agus Jabo.

Tahap selanjutnya, Agus Jabo menyampaikan pentingnya prosedur pengusulan. Ia mengatakan, dalam tahap ini dibutuhkan aspek kehatian-hatian.

Agus Jabo merinci, proses pengusulan gelar pahlawan nasional dapat disampaikan oleh masyarakat, baik secara individu maupun komunitas. Usulan itu kemudian diajukan ke tingkat kabupaten/kota dan dibentuk Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) tingkat 2. Hasil kajian tim ini pun harus diteken oleh bupati atau wali kota.

"Kemudian diusulkan ke provinsi melalui Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah tentunya kalau (pengusulan gelar pahlawan nasional) Raden Mas Sundoro. Tentunya provinsi juga harus membentuk TP2GD tingkat 1. TP2GD tingkat 1 setelah hasil kajiannya selesai, nanti diteken oleh gubernur," ujarnya.

Setelah ditandatangani gubernur, lanjut Agus Jabo, hasil kajian itu diusulkan ke tingkat pusat, dalam hal ini adalah Kementerian Sosial (Kemensos). Dia menjelaskan, selanjutnya Kemensos akan membentuk Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) untuk menganalisis hasil kajian TP2GD tingkat provinsi sebelum diserahkan kepada Dewan Gelar Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK).

"Jadi keputusan final seseorang itu menjadi pahlawan nasional itu, proses akhirnya berada di Istana (negara).

Jadi proses dari kabupaten ke provinsi, kemudian ke Kementerian Sosial, itu adalah proses pengkajian yang nanti hasil dari kajiannya akan diserahkan ke istana, dan di sanalah keputusan final jadi usulan pahlawan nasional itu," jelas Agus Jabo.

"Jadi secara administrasi, secara prosedural, secara teknis, mekanisme seperti ini. Dan salah satu syaratnya tadi sudah saya sampaikan adalah seminar-seminar seperti ini," tambahnya.

Lebih lanjut Agus Jabo mendorong agar prosedur dan syarat administrasi pengusulan gelar pahlawan nasional bagi Sri Sultan Hamengkubuwono II dapat segera diselesaikan dengan baik. Ia pun berharap agar kegiatan ini tidak semata-mata hanya sebagai proses pengusulan gelar pahlawan nasional saja, tapi juga menjadi momentum generasi muda kembali pada jati diri bangsa yang anti-kolonial dan anti-imperialisme.

"Supaya bangsa kita menjadi bangsa yang kuat, bangsa yang mandiri, bangsa yang adil, bangsa yang makmur, bangsa yang setara dengan negara-negara maju yang lain. Sehingga kemudian cita-cita bahwa bangsa kita itu menjadi mercusuar dunia itu bisa terwujud," kata Agus Jabo.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gagal Total di Jepang, Max Verstappen Langsung Dirumorkan Pensiun Akhir Musim F1 2026
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
1 Prajurit TNI Anggota UNIFIL Gugur Akibat Serangan Israel, 3 Terluka
• 8 jam lalujpnn.com
thumb
Luncurkan Dua Rudalnya dalam Sehari, Houthi Yaman akan Terus Serang Israel Sampai Berhenti Serang Iran
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Kawendra Lukistian: Kasus Amsal Sitepu Cederai Semangat Presiden Prabowo Majukan Ekraf
• 4 jam lalumatamata.com
thumb
Beranjak Remaja, Simak Potret Cantik Park So Yi di Foto Profil Terbaru
• 11 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.