Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kehormatan kepada Kaisar Jepang Naruhito di Istana Kekaisaran Jepang, Tokyo, pada Senin (30/3/2026).
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat tersebut menjadi salah satu momentum penting dalam memperdalam kemitraan strategis Indonesia–Jepang, terutama dalam mendorong stabilitas kerja sama investasi, perdagangan, serta penguatan kepercayaan pelaku usaha kedua negara.
Setibanya di Istana Kekaisaran, Presiden Prabowo disambut langsung oleh Kaisar Naruhito. Keduanya kemudian menuju ruang Take-no-ma untuk sesi foto bersama, dilanjutkan dengan pembicaraan empat mata yang berlangsung akrab.
Dalam pertemuan itu, kedua pemimpin membahas sejumlah isu strategis yang menjadi kepentingan bersama. Presiden Prabowo menekankan pentingnya hubungan bilateral yang tidak hanya kuat secara politik, tetapi juga berdampak nyata pada sektor ekonomi.
Selain agenda resmi, suasana pertemuan juga diwarnai percakapan ringan yang mencerminkan kedekatan personal kedua pemimpin. Hal ini dinilai menjadi sinyal positif bagi kesinambungan hubungan jangka panjang, termasuk dalam menciptakan iklim investasi yang stabil.
Presiden Prabowo juga bertemu dengan Putra Mahkota Jepang Fumihito. Pertemuan tersebut memperluas dimensi hubungan bilateral hingga ke tingkat keluarga kekaisaran, yang selama ini dikenal memiliki peran simbolik dalam mempererat hubungan antarnegara.
Baca Juga
- Prabowo Ingin Stop Impor Solar, Digantikan dengan Biofuel Sawit B50
- PDIP Harap Prabowo Dapat Kembalikan Politik Luar Negeri RI Berdasarkan Amanat Konstitusi
- Prabowo Ingin Tekan Pinjol, Bunga Pinjaman KopDes Merah Putih Dipatok 6%
Usai pertemuan, Presiden Prabowo bersama Kaisar Naruhito dan Putra Mahkota Fumihito menghadiri jamuan santap siang kenegaraan di kompleks Istana Kekaisaran. Dalam suasana santai dengan latar taman yang tertata rapi, Presiden Prabowo tampak menikmati perbincangan yang berlangsung cair.
Sepanjang jamuan, interaksi yang terjalin menunjukkan kedekatan yang tidak hanya bersifat formal, tetapi juga personal. Kondisi ini dinilai memperkuat kepercayaan sebagai salah satu faktor kunci dalam menarik investasi dan memperluas kerja sama ekonomi.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo didampingi oleh sejumlah pejabat, antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Ragowo Hediprasetyo.
Secara keseluruhan, kunjungan ini menegaskan bahwa hubungan Indonesia–Jepang tidak hanya bertumpu pada kepentingan strategis, tetapi juga diperkuat oleh kepercayaan dan kedekatan antarpemimpin. Kombinasi tersebut menjadi modal penting untuk mendorong ekspansi kerja sama ekonomi yang lebih luas di masa mendatang.





