Mendikdasmen: TKA Mengusung Nilai Jujur dan Gembira, Jangan Takut-takuti Murid

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Sebentar lagi Tes Kemampuan Akademik (TKA) murid-murid sekolah akan segera dilaksanakan. Untuk jenjang SMP, TKA akan berlangsung pada 6-16 April 2026, sementara jenjang SD akan berlangsung pada 20-30 April 2026.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti berpesan kepada seluruh pihak agar tidak menimbulkan kekhawatiran dan ketakutan bagi para murid.

Ia menegaskan semangat pelaksanaan TKA ialah objektivitas, kejujuran dan menyenangkan sehingga tidak ada yang perlu dicemaskan dan dikhawatirkan dari pelaksanaan tes tersebut.

“Dan sesuai dengan semangatnya, TKA itu mengusung nilai jujur, gembira jangan ada yang menakut-nakuti, jangan ada yang misalnya membuat suasana yang menyeramkan bagi murid-murid,” kata Mendikdasmen Mu'ti dikutip dari Antara, Senin (30/3).

Ia kembali mengingatkan tujuan utama dari pelaksanaan TKA ialah untuk mengukur kemampuan akademik setiap murid maupun sebagai bahan perbaikan untuk peningkatan mutu pendidikan melalui pemetaan kemampuan murid secara nasional sehingga bukan menjadi penentu kelulusan mereka di jenjang pendidikan yang berjalan.

Karena itu, Mu'ti pun meminta setiap pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan TKA, baik pihak sekolah maupun para murid sebagai peserta tes agar tidak melakukan kecurangan sekecil apa pun.

Ia menambahkan TKA nantinya digunakan sebagai alat validator nilai rapor bersama dengan prestasi non-akademik lainnya dalam SPMB jalur prestasi sehingga para peserta TKA tetap harus mempersiapkan diri untuk mengikuti tes tersebut.

“Hasil TKA itu akan menjadi salah satu aspek dalam SPMB jalur prestasi. Jadi jalur prestasi itu nanti ada nilai rapor dan hasil TKA, yang non-akademik itu ada prestasi olahraga, seni, dan kepemimpinan di sekolah," kata Mu'ti.

"Ini semuanya akan menjadi penilaian dalam jalur prestasi. Jadi walaupun tidak menjadi penentu kelulusan, tapi menjadi penentu untuk bagaimana kita bisa memperbaiki kualitas pembelajaran,” imbuhnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Israel Larang Kardinal Hadiri Misa Minggu Palma di Yerusalem, Picu Kecaman Internasional
• 10 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
DPR Nilai Tren Dupe Culture Bisa Jadi Peluang Perkuat Pertumbuhan Brand Lokal
• 8 jam lalupantau.com
thumb
Dolar AS Mepet Rp17.000, Pengusaha Curhat-Tunjuk Borok di Dalam Negeri
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Presiden Prabowo Kunjungi Jepang, Genjot Kerja Sama Teknologi dan Digital
• 7 jam lalutvrinews.com
thumb
Penjualan Erajaya (ERAA) Tembus Rp76,6 Triliun di 2025, Ditopang Apple dan Samsung
• 5 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.