Pasangan suami istri (pasutri) yang terseret banjir luapan drainase di Jalan Raya Puncak, Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, pada Minggu (30/3), akhirnya ditemukan pada Senin (30/3). Pasutri yang sedang dalam perjalanan mudik ke Sumedang itu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Sang suami bernama Tubagus Suharyana (57) dan istrinya Sri Vebrianti (45) asal Perum De Java Valley, Desa Cilembu, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jabar.
Kanit SAR Cianjur, Andhika mengatakan jenazah pasutri itu ditemukan oleh tim SAR gabungan.
"Jenazah pertama yang ditemukan, yakni korban atas nama Tubagus Suharyana, dan berselang beberapa jam kemudian tim juga berhasil menemukan jenazah korban atas nama Sri Vebrianti. Penemuan jasad kedua korban berjarak sekitar 35 kilometer dari lokasi awal kejadian," kata Andhika kepada kumparan di RSUD Sayang Cianjur, Senin (30/3).
Saat ini kedua jenazah masih berada di instalasi kamar mayat RSUD Sayang untuk proses identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut oleh tim medis dan kepolisian.
"Kedua korban identik dengan hasil pemeriksaan alat identifikasi INAFIS serta ciri atau tanda lahir yang diakui oleh pihak keluarga," kata Andhika.
Kedua jenazah, sambung Andhika, rencananya langsung diserahterimakan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka.
"Proses identifikasi dan pemulasaraannya selesai, langsung kita serah terimakan kepada pihak keluarga selanjutnya untuk dibawa ke rumah duka," ucapnya.
Pihak keluarga sudah tiba di rumah sakit. Isak tangis keluarga terdengar di kamar mayat rumah sakit saat jenazah keduanya tiba.
Sementara itu, keponakan korban, Tubagus Andi, mengetahui kejadian yang menimpa keluarganya itu dari informasi salah satu media online.
"Dalam narasinya, tercantum pelat nomor sepeda motor milik korban, kita masih belum yakin. Kemudian mencoba untuk mencari informasi, dan setelah mendapat informasi dari kepolisian pihak keluarga langsung menuju ke kamar mayat RSUD Sayang, Cianjur," jelas Andi.
Andi menuturkan, kedua korban akan dimakamkan di kampung halamannya di Kabupaten Sumedang.
"Sesuai keinginan dari anak almarhum dan almarhumah untuk dimakamkan di kampung halamannya," pungkasnya.





