Hacker Iran Klaim Sukses Bobol Email Pribadi Direktur FBI Kash Fatel

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Kelompok hacker yang diduga didukung pemerintah Iran, Handala, mengeklaim telah membobol akun email pribadi Direktur FBI, Kash Patel. Klaim tersebut disampaikan melalui situs resmi mereka pada Jumat (27/3).

Handala juga menyertakan sejumlah foto Patel saat usianya masih lebih muda, serta tautan menuju kumpulan file yang diduga berasal dari akun Gmail pribadinya. Menanggapi hal ini, juru bicara FBI mengatakan pihaknya telah mengetahui adanya upaya peretasan terhadap email pribadi Patel.

"FBI menyadari adanya upaya tindakan kejahatan yang menargetkan informasi email pribadi Direktur Patel, dan kami telah mengambil semua langkah yang diperlukan untuk memitigasi potensi risiko," ujar perwakilan FBI, dikutip TechCrunch.

FBI menegaskan data yang bocor bersifat lama dan tidak melibatkan informasi pemerintah. Selain itu, mereka juga menawarkan hadiah hingga 10 juta dolar AS bagi siapa pun yang dapat memberikan informasi terkait kelompok hacker Handala.

Berdasarkan penelusuran TechCrunch, sebagian email yang dibocorkan oleh Handala, ditemukan bahwa beberapa email memiliki tanda tangan kriptografis yang sesuai, sehingga memperkuat dugaan bahwa email tersebut autentik.

Dalam beberapa kasus, Patel disebut mengirim email dari alamat Departemen Kehakiman AS miliknya pada 2014 ke akun Gmail pribadinya. Email-email tersebut juga dinilai asli. Kumpulan file yang bocor tersebut diperkirakan berasal dari periode hingga sekitar tahun 2019.

Departemen Kehakiman AS belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden ini. Namun, Reuters melaporkan, seorang pejabat di lembaga tersebut telah mengonfirmasi adanya peretasan.

Kelompok Handala diketahui semakin aktif melancarkan serangan siber sejak pecahnya konflik AS-Israel melawan Iran sejak Februari lalu. Salah satu serangan terbesar yang mereka lakukan adalah sebuah peretasan terhadap perusahaan teknologi medis Stryker, yang disebut mengakibatkan puluhan ribu perangkat karyawan terhapus.

Selain itu, kelompok ini juga sempat mempublikasikan data pribadi sejumlah individu yang diduga terkait dengan militer Israel dan kontraktor pertahanan setempat. Setelah serangan terhadap Stryker, FBI sempat menyita sejumlah situs milik Handala. Namun, situs-situs tersebut kembali aktif dengan domain baru.

Jaksa AS juga secara resmi menuduh Kementerian Intelijen dan Keamanan Iran (MOIS) berada di balik operasi kelompok Handala.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Indonesia Mengecam Gugurnya TNI Saat Bertugas di UNIFIL
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Bentrokan Demo No Kings di Los Angeles, Polisi Tembakkan Gas Air Mata ke Massa
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Cuma di Transmart Mesin Cuci Bukaan Depan Harganya Rp3 Jutaan
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Puncak Arus Balik Lebaran 2026, KAI Bandara Yogyakarta Layani 12 Ribu Penumpang dalam Sehari
• 2 jam lalupantau.com
thumb
Komisi III DPR Beri Penghargaaan ke Kapolres Metro Bekasi Bantu Selesaikan Polemik Musala
• 1 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.