Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan komitmennya dalam mendukung kelancaran serta keselamatan Angkutan Lebaran 2026 melalui penyediaan informasi cuaca yang akurat dan pemantauan atmosfer secara intensif.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyampaikan bahwa pihaknya menempatkan personel di berbagai titik strategis, seperti pelabuhan penyeberangan, terminal, bandara, hingga ruas jalan tol guna memastikan informasi cuaca dapat diakses secara cepat dan tepat.
“BMKG harus terus bekerja dan menempatkan personel di titik-titik krusial,”kata Faisal dalam keterangan tertulis, Senin, 30 Maret 2026.
Ia menjelaskan, secara umum kondisi cuaca selama periode mudik hingga arus balik berlangsung cukup kondusif. Namun demikian, Indonesia masih berada dalam masa peralihan musim (pancaroba) yang berpotensi memicu hujan disertai angin kencang di sejumlah wilayah.
Sebagai langkah antisipasi, BMKG juga melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di sejumlah daerah strategis, meliputi DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera Utara. Upaya ini dilakukan untuk menekan intensitas hujan serta meminimalkan potensi gangguan terhadap kelancaran transportasi.
Dari sektor kelautan, BMKG mencatat tinggi gelombang laut berada pada kisaran 1 hingga 2 meter atau kategori sedang, sehingga masih relatif aman bagi aktivitas pelayaran. Meski begitu, kondisi atmosfer selama periode Lebaran turut dipengaruhi oleh dua siklon tropis, yakni Siklon Nuri di utara Papua dan Siklon Narel di wilayah Australia bagian utara.
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengapresiasi sinergi lintas sektor yang dinilai berhasil menjaga kelancaran Angkutan Lebaran tahun ini.
Menurutnya, koordinasi yang baik antara seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci terselenggaranya layanan transportasi yang aman dan tertib.
“Alhamdulillah, penyelenggaraan Angkutan Lebaran berjalan lancar, aman, dan tertib berkat kerja sama semua pihak,” ujar Dudy.
Ia juga mengungkapkan, selama masa operasional Posko Angkutan Lebaran pada 13 hingga 29 Maret 2026, jumlah pergerakan masyarakat mencapai 147,55 juta orang atau meningkat 2,53 persen dibandingkan sebelumnya. Adapun jumlah pengguna angkutan umum tercatat sebanyak 23,54 juta orang, naik 10,87 persen dibandingkan tahun lalu.
Meski mencatat capaian positif, pemerintah tetap menjadikan hasil tersebut sebagai bahan evaluasi untuk peningkatan layanan ke depan, termasuk dalam penyempurnaan informasi cuaca.
Dudy menambahkan, ke depan periode Lebaran diperkirakan akan semakin berdekatan dengan puncak musim hujan, sehingga kesiapsiagaan perlu terus ditingkatkan.
Melalui penguatan layanan informasi cuaca, operasi mitigasi, serta kolaborasi lintas sektor, BMKG menegaskan akan terus berperan aktif dalam menjaga keselamatan masyarakat dan mendukung kelancaran mobilitas nasional, khususnya pada masa Angkutan Lebaran.
Editor: Redaktur TVRINews





