Prinsipal Honda menunjuk nakhoda baru agen pemegang merek Honda di Indonesia. Adalah Masanao Kataoka, yang sebelumnya menjabat sebagai General Manager Automobile Business Strategy Honda menggantikan Shugo Watanabe yang menjabat Presiden Direktur Honda Prospect Motor (HPM) sejak Maret 2024.
Namun langkah awal pimpinan baru tersebut tampaknya belum langsung bicara soal gebrakan besar. Alih-alih mengumbar rencana produk atau target agresif, strategi yang dipilih justru lebih mendasar, yakni memahami kebutuhan konsumen terlebih dulu.
Kataoka mengakui masih dalam tahap awal mempelajari pasar otomotif nasional. Bahkan, ia menyebut baru tiba di Indonesia, sehingga belum bisa mengambil keputusan strategis dalam waktu dekat.
"Saya masih mempelajari pasar Indonesia. Tetapi kami punya banyak model, Brio hingga HR-V, tentu kekuatan Honda adalah kesenangan berkendara, performa, dan kualitas keandalan," katanya saat ditemui di kantor pusat HPM di Sunter, Jakarta Utara, Senin (30/3).
Pernyataan ini menegaskan bahwa arah bisnis Honda di bawah kepemimpinannya akan dibangun dari pemahaman terhadap karakter konsumen lokal, bukan sekadar meniru strategi dari negara lain.
Ke depan, pendekatan berbasis konsumen akan menjadi kunci dalam menentukan langkah berikutnya, termasuk soal peluncuran model baru. Ia menegaskan bahwa setiap keputusan akan sangat bergantung pada hasil pembacaan kebutuhan pasar di Indonesia.
"Bagi Honda, Indonesia adalah salah satu pasar penting karena potensi pasarnya yang masih tinggi. Jadi kami mempelajari kebutuhan kustomer dan mendengarkan dari semuanya. Baru kami bisa mempertimbangkan bagaimana mengenalkan model baru yang mencerminkan kebutuhan mereka," lanjutnya.
Hal serupa juga berlaku untuk strategi elektrifikasi. Ia belum memberikan kepastian terkait langkah Honda dalam menghadirkan kendaraan berbasis listrik lainnya di Indonesia, dan masih melihat perkembangan pasar serta arah kebijakan pemerintah.
"Kami perlu mengikuti arahan pemerintah dan sebetulnya kami telah siap dengan berbagai model hybrid. Jadi kami masih mempertimbangkan model lain untuk pasar Indonesia," katanya.
Di sisi lain di tengah persaingan yang semakin ketat, termasuk dari merek-merek asal China, ia tetap optimistis Honda memiliki keunggulan tersendiri. Jaringan diler yang luas serta kepercayaan konsumen disebut menjadi modal penting untuk tetap bersaing.
"Tentu, persaingan dengan merek China sangat kuat, tetapi kami telah siap dengan jaringan di seluruh negeri, kami telah mendapatkan kepercayaan kustomer. Tentu saja kami ingin mempertahankan situasi ini dan meningkatkan kualitas model kami di masa depan," tuntasnya.





