Harga Pangan Melonjak, Warga Kaltim Dihantui Anomali Cuaca dan Konflik Timteng

kompas.id
1 hari lalu
Cover Berita

Sejumlah warga di Kalimantan Timur khawatir harga pangan setelah Lebaran semakin melonjak akibat ancaman gagal panen El Nino Godzilla. Kecemasan bertambah saat impor gas elpiji dari Timur Tengah berpotensi terhambat karena konflik di kawasan tersebut.

Hal itu yang dirasakan Risma (43). Pengelola kedai di salah satu pujasera Kota Balikpapan tersebut kesulitan mengatur belanja bahan makanan setelah libur Lebaran. Saat berbelanja, ia kaget mendapati harga cabai meroket Rp 200.000 per kilogram di pasar.

Akhirnya ia memutuskan untuk tidak berbelanja dan menunda membuka kedai. Lantaran harga cabai dan kebutuhan lain tak kunjung normal seminggu setelah Lebaran, ia akhirnya menggunakan stok bumbu dan sayur yang ia punya di rumah untuk berjualan.

“Tadi saya ke pasar harga cabai masih Rp 120.000 per kg. Biasanya paling mahal Rp 28.000 per kg,” ujar Risma, ditemui di kedainya, Senin (30/3/2026).

Harga bahan makanan lain pun belum normal meski Lebaran sudah usai. Misalnya, harga tempe dan tahu naik Rp 2.000 hingga harga tomat masih dua kali lipat dibanding hari biasa.

Penjual aneka minuman, nasi rames, hidangan sayur, dan berbagai lauk pauk itu juga mendapati harga ayam potong Rp 75.000 per ekor. Di hari normal, harga ayam potong Rp 55.000 per ekor.

“Akhirnya saya tidak beli ayam dulu karena harga jualnya tidak memungkinkan untuk dinaikkan. Nanti malah konsumennya kabur,” kata dia.

Baca JugaEl Nino ”Godzilla” Menyerang, Gambut di Riau Terbakar dan Sumut Kekeringan

Harga yang belum stabil itu sangat berdampak bagi pelaku usaha kecil dan menengah seperti Risma. Beberapa langganannya akhirnya makan siang ke kedai lain karena menu ayam goreng yang biasanya dibeli pelanggan tak tersedia.

Selama dua hari membuka kedai, ia sebagian besar hanya menjual mi instan dan minuman kemasan seduh. Bahan makanan tersebut harganya relatif stabil.

Dampak El Nino

Kekhawatiran lain bagi para pedagang warung makan dan ibu rumah tangga adalah dampak El Nino ”Godzilla” yang diperkirakan terjadi mulai April 2026. Fenomena ini berpotensi memicu kemarau panjang di sebagian wilayah Indonesia. Dampaknya bisa berujung pada kegagalan panen bahan pangan.

Nurlela (29), ibu rumah tangga di Kecamatan Balikpapan Timur, khawatir hal itu menambah beban belanja bahan pangan keluarga kecilnya. Selama bulan puasa dan Lebaran 2026, ia mengurangi belanja bumbu dapur karena harga yang melonjak.

Ia punya satu anak berusia sembilan bulan. Suaminya bekerja sebagai kuli bangunan dengan upah Rp 150.000 per hari. Mereka hanya belanja sayur, telur, tahu, dan tempe untuk kebutuhan makan.

“Kami fokuskan untuk susu dan kebutuhan anak, seperti susu dan makanannya. Kalau harga nanti naik lagi, kami harus siap puasa,” katanya tertawa.

Risma dan Nurlela berharap pemerintah bisa menjamin distribusi dan stabilnya harga pangan setelah Lebaran dan ketika terjadi anomali cuaca. Hanya itu yang mereka bisa di tengah kebutuhan hidup yang sulit ini.

“Kalau kebutuhan pangan naik, tapi pendapatan kami stagnan, kami pelaku usaha kecil sangat terhimpit,” kata Risma.

Penghematan energi

Kondisi global pun turut membuat masyarakat kecil khawatir. Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah berpotensi membawa dampak langsung bagi masyarakat Indonesia, terutama dalam ketersediaan energi rumah tangga seperti elpiji.

Sebab, sebagian gas elpiji Indonesia masih diimpor dari kawasan Timur Tengah. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia seusai rapat di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (27/3/2026), menyebutkan stok BBM Indonesia aman, demikian pula stok elpiji nasional.

Ketika ditanya berapa persediaan elpiji saat ini, Bahlil tidak menjawab. Di tengah situasi global mutakhir, ia menyarankan agar masyarakat bijaksana dalam memakai elpiji.

”Kita tahu bahwa elpiji kita, 70 persen kita impor. Tetapi, sampai dengan hari ini, kondisinya clear. Kapal-kapal yang juga kita beli dari beberapa negara masih on the track. Jadi, insya Allah aman,” katanya (Kompas.id, 30/3/2026).

Sejauh ini, 20 persen impor minyak mentah Indonesia berasal dari kawasan Timur Tengah. Namun, Indonesia sudah menemukan negara penghasil lain.

”Tolong jangan tanyakan lagi dari mana. Yang jelas, insya Allah semuanya ada,” kata Bahlil.

Menanggapi hal tersebut, sebagai pelaku UMKM, Risma mengatakan bahwa dia sudah sangat terbiasa menghemat energi. Jika tidak, usaha yang ia jalani bersama suaminya itu akan merugi.

Baca JugaElpiji 3 Kg, Barang Impor yang Distribusinya Problematik

“Konsumsi energi kami ini kecil. Lampu di warung hanya satu buah, gas elpiji 12 kilogram hanya satu untuk masak. Yang konsumsi energinya besar bukannya kantor-kantor gede itu, ya?” seloroh Risma.

Di sisi lain, Nurlela mengatakan, sebagai warga kecil, ia sudah terbiasa berhemat. Ia berharap pemerintah menjalankan tugasnya untuk memastikan bahwa kebutuhan pokok warga tetap aman di tengah kondisi global yang tidak ia mengerti.

“Saya enggak mengerti perang. Keluarga kami hanya butuh kepastian elpiji subsidi aman dan harganya terjangkau,” katanya.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kaltim Heni Purwaningsih mengatakan, 70 hingga 80 persen kebutuhan bahan pokok di Kaltim masih dipasok dari provinsi lain. 

Ia memastikan pihaknya akan memantau distribusi dan kestabilan harga bahan pokok setelah Lebaran dan mengantisipasi dampak El Nino Godzilla. Tim Pengendali Inflasi Daerah, kata dia, juga bekerja untuk mengendalikan inflasi harga pangan. 

"Selain memastikan kebutuhan pangan tersedia, kami berupaya menjaga daya beli masyarakat," kata Heni.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Update Lalu Lintas Jakarta Pagi Ini: Tol Dalam Kota-JORR Padat, TMII Ramai
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Dua Kali Digagalkan Mistar, Indonesia Akui Keunggulan Bulgaria di Final FIFA Series 2026
• 22 jam lalurepublika.co.id
thumb
Roberto De Zerbi Bersedia Latih Tottenham Hotspur, tapi Malah Diprotes Suporter
• 51 menit lalutvonenews.com
thumb
Di Usia yang Tak Lagi Muda, AHY Ungkap Perjuangan Annisa Pohan Jalani Kehamilan Kedua
• 10 jam lalugrid.id
thumb
Wali kota Makassar dan Menko Pangan Bahas Proyek Sampah Jadi Energi di Rakor Nasional
• 4 jam laluterkini.id
Berhasil disimpan.