ID Food Bakal Divestasi 3 Pabrik Gula, Dibidik Rampung April 2026

bisnis.com
8 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Holding BUMN Pangan, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID Food akan melakukan divestasi alias pelepasan kepemilikan sejumlah anak perusahaan sebagai langkah transformasi perseroan pada 2026. Sebagian anak usaha ID Food akan nantinya bakal diambil alih oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia.

Direktur Keuangan dan Strategi ID Food, Susana Indah Kris Indriati menyampaikan bahwa divestasi akan berfokus pada anak perusahaan industri hulu, seperti gula, garam, dan perkebunan.

Indah menyampaikan bahwa sebanyak 3 pabrik gula anak usaha ID Food yakni PT Pabrik Gula Rajawali I (RW I), PT Pabrik Gula Rajawali II (RW II), dan PT Pabrik Gula Candi Baru (PG CB) akan dikelola oleh PT Sinergi Gula Nusantara (SGN).

“Untuk divestasi 3 pabrik gula kami itu sudah dalam proses dengan SGN. Sudah tahapan akhir. Harapannya di bulan April nanti sudah bisa close deal,” kata Indah dalam rapat dengar pendapat Komisi VI DPR RI, Jakarta Pusat, Senin (30/3/2026).

Dia kemudian memaparkan bahwa proses divestasi juga tengah berlangsung terhadap sejumlah anak usaha yang memiliki struktur saham Seri A Dwiwarna milik Pemerintah Indonesia.

Masing-masing perusahaan tersebut adalah PT Garam, PT Berdikari, PT Perikanan Indonesia (Perindo), dan PT Sang Hyang Seri. Seluruhnya akan dikelola Danantara Indonesia.

Baca Juga

  • Proyek Ayam Danantara di Gorontalo, ID Food Janji Prioritaskan Mitra Lokal
  • ID FOOD Investasi Rp1,2 Triliun Bangun Industri Ayam Terintegrasi di Sumbawa
  • Bos ID Food Beberkan Dampak Perang Timteng, Impor Pangan Terganggu?

“Untuk anak perusahaan yang ada Seri A selain PPI PT Perusahaan Perdagangan Indonesia [PPI], yaitu Garam, Berdikari, Perindo dan Sang Hyang Seri, itu nantinya akan diambil oleh Danantara,” ujarnya.

Terkait dengan anak usaha di bidang perkebunan, Indah menyampaikan bahwa sebanyak dua anak usaha ID Food yakni PT Mitra Kerinci dan PT Laras Astra Kartika (Laskar) juga akan beralih ke PT Perkebunan Nusantara (PTPN).

“Ini nanti harapannya juga ke PTPN. Sesuai dengan strategi dari Danantara untuk clustering portfolio. Jadi seluruh kebun kita akan dialihkan ke PTPN,” ujar Indah.

Menilik salindia presentasi ID Food dalam rapat tersebut, nilai aset perseroan diperkirakan menyusut dari Rp53,98 triliun pada 2025 menjadi Rp24,13 triliun pada 2026 sebagai konsekuensi dari penataan anak perusahaan.

Kendari demikian, ID Food membidik perbaikan performa keuangan dari berbagai indikator, baik pendapatan; laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA); hingga pendapatan bersih pada tahun ini.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Beli Logam Mulia, Warga Manfaatkan Momen Harga Emas Turun
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Prabowo Ajak Pengusaha Jepang Investasi di Indonesia: Kami Berprinsip Non Blok, Tak Punya Musuh
• 3 jam laluliputan6.com
thumb
10 Saham Top Gainer Perdagangan Senin 30 Maret 2026, GSFM-NZIA Pimpin Kenaikan Harga
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.070, INCO, BBCA dan AMRT Top Losers LQ45
• 12 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Konflik dengan Brooklyn Kian Mendalam, David Beckham Menangis
• 22 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.